Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-25

Wacana Tatap Muka Sekolah, DPRD Sumsel Minta Tim Gugus Covid Harus Dimintai Pendapatnya

BP/IST
Ketua KomisiV DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Susanto Adjis

Palembang, BP

Tuntutan untuk menggelar tatap muka di sekolah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) banyak disampaikan masyarakat namun hingga kini kondisi  daerah di Sumsel beda-beda terkait pendemi Covid-19.

“ Untuk sampai pada posisi itu khan sekolah  juga  tidak mungkin gegabah  tanpa pijakan yang jelas, aku pikir gugus covid-19  sebagai salah satu institusi yang menurut aku juga  harus bisa kita minta pendapatnya , apakah memang  sudah harus dilakukan tatap muka atau belum,” kata Ketua Komisi V DPRD Sumsel Susanto Adjis, Selasa (16/2).

Karena itu menurut politisi PDIP ini, kalaupun nanti Gubernur Sumsel memperbolehkan tatap muka nantinya , alangkah baiknya gugus covid-19 di provinsi dan kota serta kabupaten di Sumsel  karena sekolah SD hingga SMA/SMK banyak di kabupaten kota dimintai pendapat dan masukkan karena kasus covid-19 di daerah beda-beda.

Baca:  Prokes Ketat dan Fasilitas Lengkap, Muba Persiapan KBM Tatap Muka

“ Apalagi sekarang sudah hampir 1 tahun ini  anak-anak sekolah , sekarang sedang penerimaan murid baru dari kelas 1 SMA naik kelas II  ada 1 tahun ini mereka  tidak pernah tatap muka, tidak tahu kawannya , gurunya tidak tahu, itu yang menjadi pertimbangan kita, toh kalau nanti Gubernur mau  memperbolehkan sekolah lagi karena sampai hari ini  surat edaran Gubernur belum memperbolehkan tatap muka, artinya  harus clear secara tehnis,” katanya.

Baca:  PPKM Berakhir, Palembang Segera Lakukan Sekolah Tatap Muka

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Pemprov Sumsel) menginstruksikan seluruh jajaran untuk mempersiapkan sekolah offline kembali dibuka. Sesuai instruksi pada Desember 2020 lalu, sekolah akan dibuka jika anak didik dan tenaga pengajar telah mendapat vaksin.

“Untuk masyarakat kemungkinan Februari bisa dilaksanakan. Sehingga sekolah offline dapat kita bicarakan soal mekanismenya,” jelas Gubernur Sumsel, Herman Deru, Kamis (28/1).

Deru menjelaskan, pembukaan sekolah harus dibicarakan tidak hanya dengan Dinas Pendidikan (Disdik). Melainkan juga komoditas pendidikan. Hal itu juga tergantung dengan jumlah vaksin yang akan diterima Sumsel. Semakin banyak, maka semakin cepat sekolah dibuka lagi.

Baca:  Presiden Bolehkan Belajar Tatap Muka Apabila Seluruh Pelajar Sudah Divaksin

“Kalau vaksin sudah mendekati atau melampaui satu juta dosis baru kita duduk bersama membicarakan pembukaan sekolah,” katanya,

Sejauh ini pembukaan sekolah juga masih harus melihat perkembangan zona sebaran kasus COVID-19. Beberapa wilayah masih silih berganti berubah dari zona merah, oranye, dan kuning. Menurutnya, penting untuk menjaga agar penyebaran virus dapat terkendali.

“Zona itu fluktuatif bisa impor atau sebaran lokal. Tapi perlu digarisbawahi, tingkat kesembuhan kita di atas nasional,” katanya.#osk

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...