Akhir Tahun , Tanjung Carat Ground Breaking , DPRD Sumsel Ingatkan Jangan Sekadar Ground Breaking

14

BP/DUDY OSKANDAR
Ketua Komisi V DPRD Sumsel Susanto Adjis

Palembang, BP

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api ( TAA) di Tanjung Carat disetujui Presiden melalui Menteri Perubahan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, disingkat (Bappenas).

“Sumatera Selatan (Sumsel) akan segera miliki Pelabuhan Samudera Internasional, dan ground breakingnya akan dilakukan akhir tahun ini,” kata Gubernur Sumsel Herman Deru usai melakukan  Video Conference Pembahasan Skema Pembiayaan Pembangunan Pelabuhan di Command Center, Kamis (11/2).

Namun anggota DPRD Sumsel dari Dapil 10 Banyuasin Susanto Adjis mengingatkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel agar kabar tersebut tidak hanya sekadar Ground Breaking

Baca:  Pengurus Bhayangkari Daerah Sumsel dan Polwan Polda Sumsel Bersatu Melawan Covid 19

“ Launching itu wujud dari niat, kesungguhan  tapi niat itu saya pikir harus di eksekusi, karena potensi  jujur di Tanjung Api-Api itu, aku pikir besar walaupun jujur  dari sektor pendanaan juga  tidak bisa dianggap kecil  tapi menurut aku  sekarang itu sudah menjadi soal kebutuhan , misalnya untuk kapal-kapal besar  yang bertonase ribuan ton  itu tidak mungkin lagi di pelabuhan Boom Baru, konsep awalnya begitu,” katanya Ketua Komisi V DPRD Sumsel ini, Selasa (16/2).

Baca:  Gubernur Sumsel Didemo, Terkait Kebijakan 29 SMA Boleh Lakukan Pungutan

Apalagi ini menurutnya menyangkut  juga lalu lintas bukan hanya lalu lintas barang  , lalu lintas orang tapi juga menyangkut tumbuhnya sektor ekonomi.

“ Ketika itu di eksekusi  daerah disekitar Tanjung Api-Api  saya pikir akan lebih mendapatkan manfaatnya  terutama dari sektor ekonomi,” kata politisi PDIP ini.

Hingga hari ini menurutnya belum ada pembicaraan antara Pemprov Sumsel dan DPRD Sumsel terkait ground breaking KEK TAA, Tanjung Carat tersebut.

Baca:  Tiap Tahun Sumsel Hasilkan 2 Juta Bibit

“Saya pikir harus duduk  dan saya kira rembukkan secara bersama-sama  karena ini menyangkut investor , investasi , soal uang , soal anggaran dan seberapa besar bagian  Pemprov untuk  misalnya soal pendanaan, sharing anggaran,” katanya.#osk