Unhan Cetak Doktor Pertama Dengan Kajian Warisan Pertahanan (Defense Heritage)

19

BP/IST
Universitas Pertahanan (Unhan) mencetak Doktor pertama dalam bidang kajian warisan pertahanan (Defense Heritage) dia adalah Dr Jeanne Francoise.

Palembang, BP

Universitas Pertahanan (Unhan) mencetak Doktor pertama dalam bidang kajian warisan pertahanan (Defense Heritage) dia adalah Dr Jeanne Francoise.

Promovenda Jeanne Francoise, S.Hum., M.Si.(Han)  berhasil mempertahankan disertasinya  dalam  Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Pertahanan dengan Judul Disertasi “Model Pengelolaan Cagar Budaya Bernilai Pertahanan (Defense Heritage) sebagai Sarana Program Bela Negara” Kamis, (11/2)   di Aula Merah Putih, kampus Unhan , Sentul, Bogor.

Dr. Jeanne Francoise mengatakan,  bahwa kerangka pikir kajian ini dimulai dari adanya data tentang konsep defense heritage sebagai bagian dari teori cultural heritage. Penelitian disertasinya memiliki data bahwa di negara-negara maju seperti Malta, Polandia, Prancis, Inggris, Australia, Amerika, Kanada, dan Singapura sudah memasukkan aspek defense heritage baik dalam bentuk kebijakan, penelitian, dan pembangunan museum. Objek-objek defense heritage di negara-negara tersebut terawat dengan baik dan mampu menambah daya tarik sektor pariwisata negara.

“Indonesia belum mengenal defense heritage dan memiliki data masalah-masalah yang ditemui seputar cagar budaya dan cagar budaya bernilai pertahanan (defense heritage), antara lain variasi kepemilikan bangunan bersejarah/museum, monumen dan bangunan bersejarah kurang terawat, ada rasa angker dan susah akses/fasilitas ketika masuk ke bangunan bersejarah, tidak adanya pembelajaran defense heritage dalam kurikulum sejarah, kurangnya minat kunjungan anak muda ke museum, potensi gempa yang dapat menghilangkan bangunan bersejarah, dan modul bahan ajar Program bela negara dewasa ini belum ada narasi tentang cagar budaya dan cagar budaya bernilai pertahanan (defense heritage),” katanya.

Penelitian disertasi Dr. Jeanne Francoise ini memiliki Output atau produk penelitian yakni usulan pengelolaan defense heritage di 2 (dua) locus utama, Surabaya dan Jakarta dan memiliki Outcome atau hasil penelitian yang diinginkan pada jangka panjang yakni defense heritage dapat menjadi ide fondasi pendirian Museum Pertahanan Indonesia (Indonesia Defense Museum) sebagai penanda bahwa Indonesia adalah negara modern dengan sistem pertahanan negara yang modern.

Dr. Jeanne Francoise menilai  pemaknaan kebangsaan yang dikaitkan dengan benda-benda mati tidaklah mudah, sebab benda-benda mati itu tidak bisa berbicara, tidak bisa mengemukakan dirinya, dan tidak bisa menolak akan interpretasi yang diberikan kepadanya.

“Keyakinan ilmiah bahwa benda-benda yang mati dapat mengantarkan pada pemahaman sejarah juga merupakan perjuangan panjang kajian ini. Dalam hal upaya pemberian makna itu, negara perlu meleburkan dirinya ke dalam pemahaman sejarah secara total dan mengakomodir partisipasi publik, terutama bagi mereka yang punya peran melestarikan dan menjaga tempat atau bangunan bersejarah. Sebab kadangkala apa yang dilihat dari luar lebih penting ketimbang apa yang ada di dalam, seperti anak muda masa kini yang hanya mau berswafoto di objek bersejarah yang Instagrammable,” katanya.

Defense Heritage  menurutnya adalah bagian penting untuk memahami Negara Kesatuan Republik Indonesia secara lebih utuh, komprehensif, terpadu, dan menyeluruh.

“Objek-objek defense heritage adalah penanda bahwa bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang untuk mencari jati dirinya. Objek-objek defense heritage adalah wujud wawasan kebangsaan yang perlu dilestarikan, dijaga, dipelihara, dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Pemahaman akan objek-objek defense heritage bukan hanya sekedar pemahaman sejarah di balik objek itu, tetapi juga pemahaman akan karakter kebangsaan orang Indonesia di luar objek itu yang selalu berusaha keras, berjuang, melawan, dan bersusah payah meraih kemerdekaan. Keyakinan dan rasa percaya diri sebagai orang Indonesia itulah yang harus ditumbuhkan di dalam dada setiap insan pertahanan,” katanya.

Pemahaman sejarah nasional Indonesia, menurutnya, terutama sejarah pertahanan sebaiknya dimulai dengan pemahaman akan objek-objek defense heritage.

“Pemahaman akan defense heritage akan mempersiapkan bangsa Indonesia menjadi negara modern yang jaya dan makmur. Negara Indonesia hanya akan berdiri dengan jaya apabila memiliki pemimpin yang adil dan rakyatnya mampu memaknai segala benda dan perihal benda itu yang berada di sekitarnya. Kajian ini mengemukakan postulat ilmiah penutup bahwa masyarakat Indonesia yang modern adalah masyarakat Indonesia yang sadar Defense Heritage,” katanya.#osk