Home / Headline / Kain Batik Milik Hj RA Masturah Ak Gani Buatan Ibu Soed Dihibahkan Ke Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa

Kain Batik Milik Hj RA Masturah Ak Gani Buatan Ibu Soed Dihibahkan Ke Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa


BP/DUDY OSKANDAR
Kepala Museum AK Gani Palembang, G.I Priyanti Gani menghibahkan salah satu peninggalan kain milik Hj RA Masturah AK Gani , istri dari pahlawan nasional asal provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Dr Ak Gani kepada Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa , kain batik tulis  tersebut kini menambah koleksi hibah dari masyarakat untuk museum ini. Penyerahan tersebut dilakukan oleh Kepala Museum AK Gani Palembang, G.I Priyanti Gani Kepala Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa , H Chandra Amprayadi, Kamis (11/2) di ruang Kepala Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa

Palembang, BP

Kepala Museum AK Gani Palembang, G.I Priyanti Gani menghibahkan salah satu peninggalan kain milik Hj RA Masturah AK Gani , istri dari pahlawan nasional asal provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Dr Ak Gani kepada Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa , kain batik tulis  tersebut kini menambah koleksi hibah dari masyarakat untuk museum ini.

Penyerahan tersebut dilakukan oleh Kepala Museum AK Gani Palembang, G.I Priyanti Gani Kepala Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa , H Chandra Amprayadi, Kamis (11/2) di ruang Kepala Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa.

Diketahui kain batik tulis berwarna ungu dengan motif burung garuda atau elang bermahkota tersebut  milik Hj RA Masturah Ak Gani ini merupakan kain buatan dari Saridjah Niung atau yang sering dikenal dengan sebutan Ibu Soed (Sud) yang dikenal sebagai pencipta lagu anak-anak yang terkenal pada  masanya, untuk Masturah sebagai hadiah pernikahan Masturah dan AK Gani.

Menurutnya Ibu Soed hanya membuat  kain tersebut kepada 3 (tiga) orang saja yang dikehendakinya, yaitu Ibu Fatmawati, Ibu Hatta dan Ibu A.K. Gani atau Ibu Masturah.

“Kain ini limited edition jadi dibuat Ibu Sud untuk ibu Masturah, ibu Fatimah istri Presiden Pertama Indonesia Soekarno dan terakhir untuk ibu Siti Rahmiati Hatta yang merupakan istri dari Wakil Presiden pertama Indonesia Mohammad Hatta,”katanya

Yanti ingin masyarakat Sumsel , generasi kedepan tahu bahwa kain batik tulis yang telah ia hibahkan tersebut merupakan koleksi dari keluarga AK Gani yang merupakan salah seorang pahlawan nasional asal Sumsel.

Selain itu Priyanti Gani mengaku kerjasama dan apresiasi yang diberikan oleh Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa kepada Museum Dr Ak Gani  selama ini cukup membantu dan dirasakan manfaatnya baik oleh museum sendiri maupun masyarakat yang berkunjung ke Museum  Dr Ak. Gani.

“Dan untuk menyerahkan barang-barang koleksi dari AK Gani ini tentu tidak bisa sembarangan, saya pribadi harus mendapat izin, istilahnya permisi lah ya dan petunjuk melalui mimpi. Kemudian ada ritual khusus dari keluarga kami apabila ingin menyerahkan salah satu koleksi dari rumah AK Gani tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan apabila tidak menjalankan ritual khusus tersebut maka mereka akan mendapatkan bala atau masalah, dan memang pernah pihaknya menyerahkan barang tanpa ritual akhirnya malah mendapatkan masalah.

“Pernah juga kami alami kejadian aneh tersebut, maka dari itu harus ada ritual khusus dulu baru bisa diserahkan. Kemudian tak hanya ritual khusus tapi juga ada petunjuk biasanya berupa mimpi,” katanya.

Bahkan ia mendapatkan petunjuk waktu itu sebelum menyerahkan kain batik tulis ini, dari warna hingga jenis apa yang harus diserahkan jelas sekali ia rasakan melalui mimpi yang ia dapatkan.

Sedangkan Kepala Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa , H Chandra Amprayadi mengatakan , dengan kesadaran tinggi Kepala Museum AK Gani Palembang, G.I Priyanti Gani menghibahkan kain batik tulis peninggalan dari Masturah AK Gani.

Dia melihat hari ini adalah hari yang istimewa karena bukan hanya koleksi yang dihibahkan Museum Dr Ak Gani sangat memiliki nilai kesejarahan, tapi ini merupakan  realisasi kerjasama  saling mendukung antar lembaga untuk semakin menambah nilai kepercayaan dan fungsi profesional di mata masyarakat luas.”

“Semoga kedepannya, museum bukan lagi seperti mindset tempat ditemukannya barang lawas tetapi hulu dari sejarah panjang dari dinamika Indonesia,”katanya.#osk