Ground Breaking KEK TAA Akhir Tahun Ini

14

BP/DUDY OSKANDAR
H Herman Deru

Palembang, BP

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api ( TAA) , akhirnya hari ini disetujui Presiden melalui Menteri Perubahan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, disingkat (Bappenas).

“Sumatera Selatan (Sumsel) akan segera miliki Pelabuhan Samudera Internasional, dan ground breakingnya akan dilakukan akhir tahun ini,” kata Gubernur Sumsel Herman Deru usai melakukan  Video Conference Pembahasan Skema Pembiayaan Pembangunan Pelabuhan di Command Center, Kamis (11/2).

Untuk titiknya menurutnya bisa Tanjung Carat, atau di Tanjung Api-Api (TAA) dan sekitarnya.

Untuk penetapan peruntukan SK nya itu nomor 897 tahun 2016 dan untuk RIP nya Nomor 432 tahun 2017, yang sempat tertunda-tunda. Dari segi Perda RTRW Provinsi maupaun Perda RTRW di Banyuasin sudah siap.

Baca:  Tahap Awal Pembebasan Lahan TAA 217 Hektar

“Pada saat Presiden hadir meresmikan tol, tidak hanya sekedar meresmikan jalan tol. Tapi beliau berjanji akan mebangun pelabuhan, karena memang ini kebutuhan. Setelah berkunjung kita ada kan rapat dengan berbagai pihak dan hari ini diputuskan bahwa pelaksanaan ground breaking dilakukan akhir tahun ini,” katanya.

Menurutnya, tentu Pemprov akan segera menyiapkan PIC yang akan terus berkomunikasi dengan pusat.

Ia pun menginstruksikan pada seluruh jajaran untuk segera menyiapkan segala sesuatunya. PIC nya nanti menyiapkan segalanya baik berkoordinasi dengan pusat maupun daerah. Persiapan akan dilakukan bersama-sama Pemkab Banyuasin. Di sana ada 600 hektare areal penggunaan lain yang diberikan Menteri LHK.

“Kenapa ini sebuah keputusan berharga, dan dinantikan, karena ini kebutuhan bukan tambahan fasilitas bagi di Sumsel. Kita belum ada Pelabuhan Samudera yang dapat menunjang ekspor kita dari beberapa komoditas unggulan seperti karet, batubara, sawit dan lain-lain. Bahkan selama ini kita harus antre di pelabuhan kecil dan menuju Samudera berhari-hari,” kata Deru.

Baca:  KEK TAA Buka Peluang Penggunaan SDA Untuk Dalam Negeri

Deru mengatakan, bahwa akan ada dana sekitar 69 juta USD atau sekitar Rp 1 triliun untuk pelabuhan di Sumsel dan di Ambon. Untuk pendahuluan dipersiapkan kementerian keuangan, sekitar Rp 300 miliar untuk Sumsel dan Rp 300 miliar untuk Ambon.

“Apapun itu, ketika ini sudah didapat harapan kita para investor percaya dan berinvestasi ke Sumsel. Kita ketahui kita butuh pelabuhan, KEK kenpa tidak jalan karena belum ada pelabuhan. Maka ini kabar baik juga untuk seluruh kabupaten kota,” katanya.

Baca:  Siapkan Proposal Investasi, Menpar Arief Yahya Percepat BOP dan KEK

Menurut Deru, disini terintegrasi bukan hanya hasil alam tapi laut juga. Apalagi di Sungsang akan dibuat pelelangan ikan terbesar. Kerja terintegrasi mudah-mudahan pelabuhan ini terintegrasi, bukan hanya satu komiditas saja dan bahkan provinsi tetangga bisa juga melalui pelabuhan ini.

“Pasar nya kita sudah ada. Sebab di Boom Baru itu sudah menumpuk. Harapannya kebijakan ini jadi semangat baru bagi pelaku usaha di Sumsel,” kata Deru

Maka menurut Deru, mari bersama-sama bersyukur Alhamdulillah. Terimaksih kepada Presiden, Menhub, Bappenas dan seluruh Menko.#osk