Home / Headline / Herman Hembuskan Napas Terakhir di Pinggir Masjid

Herman Hembuskan Napas Terakhir di Pinggir Masjid

BP/IST
Seorang laki-laki tanpa identitas menghembuskan nafas terakhirnya, dipinggir Masjid Al Hikmah Jalan Sukabangun II, Kecamatan Sukarami Palembang, Rabu (10/2), sekitar pukul 10.30.

Palembang, BP

Seorang laki-laki tanpa identitas menghembuskan nafas terakhirnya, dipinggir Masjid Al Hikmah Jalan Sukabangun II, Kecamatan Sukarami Palembang, Rabu (10/2), sekitar pukul 10.30.
Korban sempat mampir ke warung didekat masjid. Dia menanyakan counter terdekat untuk mengisi pulsa handphone.

Warga sekitar Sri (58) mengatakan, korban sempat hendak mengisi pulsa. Namun tidak lama kemudian pria itu sudah terguling tidak bernyawa.

“Dia sempat menanyakan di mana tempat jual pulsa pada saya. Tidak lama setelah itu, ia muntah-muntah, langsung jatuh dengan posisi tengkurap,” katanya.

Mendapati laki-laki tersebut tergeletak tak bernyawa, Sri berteriak memberitahu warga sekitar. Setelahnya warga langsung melaporkan peristiwa ini ke Polsek Sukarami.

Kapolsek Sukarami, Kompol Satria Dwi Dharma, melalui Kanit Reskrim, Iptu Hendrik, mengatakan mayat laki-laki itu saat ini sudah dievakuasi dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.

“Benar adanya penemuan mayat tersebut, anggota sudah melakukan evakuasi. Sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Akhirnya terungkap identitas jenazah pria yang tergeletak di pinggir masjid Al Hikmah Jalan Sukabangun Kecamatan Sukarami Palembang pada Rabu (10/2) sekitar pukul 10.30 .

Diketahui identitas jenazah tersebut ialah Herman (57) warga Gang Duren Jalan Sukarjo Harjo Wardoyo Kelurahan 7 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Palembang.

Hendra (37) keponakan korban saat ditemui di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara M Hasan Palembang mengatakan, pihak keluarga pertama kali mendapatkan kabar dari anggota Polsek Sukarami dan kemudian langsung menuju ke RS.

“Setelah mendapat informasi, kami langsung berangkat ke RS dan ternyata benar yang meninggal itu adalah paman kami,” kata Hendra.

Dikatakannya, almarhum sebelumnya memang sudah sering sakit batuk – batuk karena faktor usia. Namun tidak ada penyakit khusus.

“Saya kira paman kami meninggal karena sakit, karena memang sudah faktor usia,” katanya.

Hendra mengungkapkan, almarhum keseharianya merupakan seorang pedagang sarung bantal yang biasa berjualan dengan berkeliling.

“Korban akan dimakamkan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Telaga Swidak Kecamatan Seberang Ulu II Palembang,” katanya.#osk