“Menulis Bukan Sesuatu Yang Sulit”

18

BP/DUDY OSKANDAR
Dua orang akademisi dari Sumatera Selatan (Sumsel)  Dr Arwan  MPd.i dan Marwansyah MPd.i melaunching dan menggelar bedah buku mereka berjudul “Kiat Sukses Menulis Ilmiah”, Jumat (5/2)  yang diterbitkan oleh penerbit Aksara Pena di Roca Cafe, Palembang.

Palembang, BP

Dua orang akademisi dari Sumatera Selatan (Sumsel)  Dr Arwan  MPd.i dan Marwansyah MPd.i melaunching dan menggelar bedah buku mereka berjudul “Kiat Sukses Menulis Ilmiah”, Jumat (5/2)  yang diterbitkan oleh penerbit Aksara Pena di Roca Cafe, Palembang.

Sedangkan yang menjadi  pembedah buku adalah  Kabid SMA Disdik Sumsel 2015-2020 H Bonny Syafrian SE MM dan Kabid Pendidikan  Madrasah  Kanwil Kemenag Sumsel Drs H Kusrin MM dan moderator Wanda Lesmana M.Pd.

Turut hadir kalangan guru, dosen dan mahasiswa yang ada di  Sumsel dan dimeriahkan  dengan musik dari Randi dan penampilan terakhir.

Menurut Dr Arwan  MPd.i, proses pembuatan buku ini sangat sederhana  dimana dari diskusi dirinya menemukan kawan-kawannya yang berprofesi guru yang tidak bisa naik pangkat dan tidak bisa menulis karya ilmiah.

“ Guru-guru yang kuliah S2, S1 itu terbentur ketika menyusun skripsi dan tesis , sehingga kita berpikir , apa masalah, setelah ketemu masalahnya baru kita berpikir  apa kesulitan mereka menulis,” katanya.

Baca:  MGMP Sejarah Kota Palembang Berharap Jangan Ada Gonjang Ganjing Ganti Kurikulum

Umumnya kesulitan menulis menurutnya dianggap susah dan sulit, sehingga melalui buku ini dia  menyederhanakan  permasalahannya supaya  bisa menulis, karena menulis menurutnya  bukan sesuatu yang sulit tapi biasa biasa saja seperti menulis pada umumnya.

Dalam menulis buku ini dia mengaku tidak ada kendala, namun terpenting bagaimana menyesuaikan temanya .

“ Kalau seperti UIN temannya seperti apa, UMP seperti apa, PGRI seperti apa, jadi dalam hal menulisnya dalam hal  jurnal dan menulis tesis dan sebagainya  itu saja, “ katanya.

Dia juga menyarankan untuk siswa jangan di hindari siswa untuk menulis  bahkan harus di dorong dengan memberikan banyak tugas untuk menulis  tetapi temanya menurutnya jangan ditentukan .

Baca:  Menulis Sejarah Dengan Terjun Kelapangan

“ Jadi anak-anak bakatnya kemana, menulisnya tentang apa  tentang olahraga, tentang seni tentang saint dan tehnologi itu  silahkan mereka menulis  dengan cara mereka  , tidak dibatasi dengan tema-tema tertentu,” katanya.

Saat ini menurutnya yang terjadi adalah  guru memaksakan  mata pelajaran tertentu  sementara bakat minat anak tidak sama.

“Jadi  didorong anak untuk menulis, kemudian sekolah memfasilitasi  supaya mereka punya  wadah  mungkin majalah, mungkin menulis di buku , membuat buku,  mungkin mereka ke media massa,  tetapi paling tidak menulis  sudah gampang  di twiter bisa menulis  di Facebook, saya kira wadahnya sudah tersedia,” katanya pria yang juga seorang birokrat.

Sedangkan Marwansyah MPd.i menambahkan pembuatan buku ini menghabiskan waktu tiga bulan  dimulai dari proses pengumpulan bahan-bahan hingga selesai.

Baca:  Menulis Sejarah Dengan Terjun Kelapangan

Sedangkan Kabid SMA Disdik Sumsel 2015-2020 H Bonny Syafrian SE MM  berharap buku ini bisa menginspirasi  guru, mahasiswa untuk berani menulis .

“ Menulis itu sulit tapi kalau tidak di mulai  tidak akan pernah akan terjadi , buku ini sudah memprovokasi banyak orang , termasuk juga saya terprovokasi, saya juga akhirnya pengen menulis ,” katanya.

Kabid Pendidikan  Madrasah  Kanwil Kemenag Sumsel Drs H Kusrin MM menilai buku ini banyak sekali manfaatnya.

“ Buku-buku sangat menarik termasuk yang membuat judul ini , memang kadang-kadang  seperti itu, kita ini kadang-kadang orang sibuk , membuat karya tulis ilmiah, membuat skripsi, membuat tesis, kok yang ditanya judulnya dulu, bukan masalah , mestinya masalah dulu  setelah ini selesai baru  buat judulnya dulu, ini saya sangat setuju,” katanya.#osk