Libatkan Akademisi UIN RF Palembang, Disbud Kota Palembang Susun PPKD

12

Palembang, BP

Bertempat diruang rapat pimpinan Dinas Kebudayaan (Disbud) kota Palembang, Tim Revisi PPKD undang para tokoh, pelaku, dan penggiat budaya, serta akademisi dari UIN Raden Fatah Palembang, untuk merevisi Pokok-pokok Pikiran kebudayaan Daerah (PPKD), serta tindak lanjutnya, dan pendataan pokok kebudayaaan tahun 2021. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Zanariah, S.IP.M.Si. Selasa (3/2)

Dalam Sambutannya Zanariah mengungkapkan, PPKD merupakan dokumen penting yang menggambarkan kondisi faktual dan permasalahan yang dihadapi daerah beserta usulan penyelesaiannya, terutama pemajuan kebudayaan kota Palembang. Apa yang menjadi isi dari PPKD kota Palembang akan diserahkan ke PPKD Propinsi hingga mengerucut menuju Kongres Kebudayaan untuk menghasilkan strategi kebudayaan, dan kebijakan pemerintah.

Kegiataan Revisi PPKD kota Palembang dimoderatori oleh Isnayanti Syafrida, Kasi Kesenian Disbud Kota Palembang dan Wanda Lesmana, M.Pd. selaku Penggiat Budaya Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI untuk wilayah Sumsel. dan dihadiri jajaran unsur dari Disbud kota Palembang, mulai dari sekretaris dinas, Kabid dan Kasi Bidang Kesenian, Sejarah dan Tradisi, SDM Kebudayaan, cagar Budaya dan permusiuman, serta kepegawaan dan perrencanaan.

Baca:  Psikologi Masyarakat Capai Titik Jenuh, SMB IV Berharap Tahun Depan Vaksin Corona Dibagikan Gratis

Berikut nama-nama yang diundang untuk terlibat aktif dakam kegiatan revisi PPKD Kota Palembang. yaitu; Nara Sumber Revisi PPKD dan Pendataan Pokok Kebudayaan: Pertama: Bidang Bahasa dan Permainan tradisional; Dr. Zuhdiyah, M.Ag. dan Kemas Anwar Beck (Yai Beck). Kedua: bidang Pengetahuan Tradisional; Dr. Syafruddin Yusuf, Kemas A.R. Panji, M.Si. Ketiga: Bidang Teknologi Tradisional dan Olah Raga Tradisional; Saudi Berlian M. Si dan Drs. Yudhi Syarofi. Keempat: BIdang Tradisi Lisan dan Seni; Vebri Al Lintani. Kelima; Bidang Kajian Manuskrip dan Naskah; Dr. Umi Kalsum. Keenam: Bidang Adat Istiadat dan Ritus; R.M. Ali Hanafiah (Mang Amin).

Dari kalangan akademisi serta penggiat budaya yang hadir saat pertemuan pertama tersebut dan menjadi narasumber disamping Dr. Zuhdiyah, M.Ag, Dr. Nyimas Umi Kalsum dan Kemas A.R. Panji, M.Si. para narasumber mendialogkan permasalahan dan penyamaan persepsi tentang pemajuan kebudayaan dan penyusunan PPKD.

salah seorang narasumber, Dr. Zuhdiyah, yang juga Dekan Fakultas Psikologi UIN Raden Fatah Palembang merasa bersyukur telah dilibatkan dalam tim penyusun PPKD. Terlebih semenjak tahun 2000 Zuhdiyah telah berkecimpung menekuni Budaya khususnya bebaso atau Bahasa Palembang Halus pada kesultanan Palembang Darussalam, bahkan waktu itu telah berhasil menyusun buku muatan lokal Bahasa Palembang untuk kelas 4, 5 dan 6 sekolah Dasar.

Baca:  Prajurit Yonkav 5/DPC di Test Urine

Namun sayangnya buku tersebut belum bias menjadi muatan lokal di sekolah-sekolah yang ada di kota Palembang.
Perhatian dan kepedulian Zuhdiyah, M.Ag. terhadap budaya tidak pernah surut, di tahun 2015 telah melakukan penelitian Terjemah Juz Amma dalam Bahasa Palembang, hasil penelitian tersebut juga kemudian dilanjutkan dengan penelitian lainnya dengan judul English Loanwords in the Translation Book of Juz Amma Bebaso Palembang (Kata Serapan Bahasa Inggris dalam Buku Terjemahan Juz Amma dalam Bahasa Palembang), penelitian tersebut disajikan dalam The 2nd International ASEAN-English Language Teaching Conference 2019”.

Selanjutnya, di tahun 2018-2019 Zuhdiyah terlibat langsung sebagai salah seorang tim penerjemah Al-Qur’an dalam bahasa Palembang yang merupakan proyek kerjasama UIN Raden Fatah Palembang dengan Kementerian Agama Republik Indoensia. Masih di tahun yang sama, 2019 Zuhdiyah juga melakukan penelitian yang mengusung bahasa, yakni Makna Indiom pada masyarakat kota Palembang dalam Menangkal Isu Radikalisme.

Baca:  Comitte Haul KH Abdullah Zawawi  Idzhom Visit To SMB IV

Ada pun perhatian dan kepedulian Zuhdiyah terhadap permainan tradisional bukan hanya isapan jempol belaka, di tahun 2018 bersama Dr. Fitri Oviyanti telah melakukan kajian terhadap permainan dan menuliskannya dalam sebuah artikel Nilai Multikultural dalam Permainan Tradisional Tang-tang Duku, artikel tersebut disampaikan dalam International Seminar on ASEAN Studies. Dan di tahun 2020 kembali Zuhdiyah melakukan penelitian kearifan local dengan judul Penguatan Nilai Moral pada Anak Generasi Alpha Melalui Permainan Tradisional Palembang.

Zuhdiyah dan para narasumber yang hadir pun berharap pada tahun 2021 menjadi tonggak sejarah memasukkan budaya Palembang khususnya Bebaso atau Bahasa Palembang halus menjadi muatan lokal pada sekolah-sekolah yang ada di kota Palembang. #osk