Ketua DPD RI: Bangsa Indonesia Lahir dari Keberagaman

13

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

Jayapura, BP–Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, keberagaman agama dan keyakinan menjadi ciri khas Bangsa Indonesia.
Hal tersebut disampaikan LaNyalla saat bersilaturahmi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua, di Jayapura, Rabu (3/2).
“Sejak Bangsa Indonesia berdiri, negeri ini sudah dihiasi dengan keberagaman agama, keyakinan, budaya, dan masih banyak lagi. Bangsa ini lahir dan besar dari keberagaman tersebut. Perbedaan yang kemudian bersatu untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa merdeka,”ujar LaNyalla saat bersilaturahmi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Jayapura, Rabu (3/2).
LaNyalla menilai keberagaman tersebut yang membuat Indonesia hebat dan mampu tumbuh seperti sekarang.
“Secara alamiah, intoleransi tidak ada di Indonesia, kecuali ditumbuhkan sebagian kecil oknum. Tujuannya untuk memicu dan menyulut permusuhan di antara umat beragama,” kata Senator dari Jatim tersebut
Dikatakan, keberagaman telah menciptakan toleransi di tengah-tengah masyarakat. Karena, toleransi adalah intisari kehidupan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Hal ini bisa dilihat dari Gereja Katedral yang berseberangan dengan Masjid Istiqlal. Dua simbol megah ini menjadi gambaran betapa toleransi di Indonesia itu luar biasa.
Dia juga mencontohkan bagaimana pluralismenya masyarakat Bali. Jika kita Salat Jumat di Bali, di lingkungan umat Hindu, keamanan dan kedamaian tetap tercipta. “Kebersamaan itulah yang menjadi milik kita. Bagaimana Rumah Inspirasi yang berusaha mengikis diskriminasi melalui pendidikan. Sebab, pendidikan sangat penting untuk menjadikan seseorang memahami konteks toleransi, pluralitas dan kebersamaan, “jelasnya
Masyarakat Indonesia lanjut dia, ibarat satu dalam perbedaan, seperti seikat karangan bunga yang terdiri dari beragam bunga dalam satu bingkai, itulah Indonesia dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.
LaNyalla menyebut pertemuan dengan FKUB sangat penting. Karena, FKUB bisa memberikan masukan dan aspirasi dari berbagai elemen kelompok masyarakat kepada DPD.
Terutama bagaimana membangun Papua yang sejahtera dan berkeadilan. Kita harus memahami, bahwa semua perbedaan dalam masyarakat, baik itu perbedaan etnis maupun agama adalah kehendak dan anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini harus kita sikapi sebagai sumber kekuatan dan kekayaan budaya bangsa, bukan alasan memecah-belah bangsa ini.
Menurutnya, pelaksanaan tugas kepala daerah/wakil kepala daerah dalam rangka membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan, sebagian dipikul oleh FKUB.
“Oleh sebab itu, saya meminta FKUB untuk meningkatkan kewaspadaan untuk memonitor semua potensi gejolak sosial yang ada di tanah Papua ini. Apalagi, sebagian tugas FKUB beririsan dengan sebagian tugas kami selaku senator,” katanya.
Dia menambahkan, peran FKUB sangat penting sebagai tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat. FKUB dituntut menjaga toleransi dan kerukunan, serta sangat efektif menyelesaikan konflik agama.
“Forum Kerukunan Umat Beragama harus solid. Karena berperan strategis merawat kerukunan umat beragama di masa mendatang,” katanya.
Hadir dalam pertemuan itu, Wakil Ketua I FKUB Ustadz Saiful Islam Al Payage (Ketua MUI Papua) dan Sekretaris FKUB Tunggul H Pasaribu.#duk