Berkas Kasus Dugaan Suap Alih Fungsi Lahan di Muara Enim Tahun 2014 di Serahkan ke PN Palembang

11


BP/IST
Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, akhirnya melimpahkan berkas perkara dugaan suap alih fungsi lahan di Kabupaten Muara Enim tahun 2014 dimana salah satunya menjerat mantan bupati Muara Enim, Muzakir Sai Sohar  kepada pihak Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Selasa (2/2).

Palembang, BP

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, akhirnya melimpahkan berkas perkara dugaan suap alih fungsi lahan di Kabupaten Muara Enim tahun 2014 dimana salah satunya menjerat mantan bupati Muara Enim, Muzakir Sai Sohar  kepada pihak Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Selasa (2/2).

Sebanyak empat berkas berwarna merah dibawa oleh tim JPU Kejati Sumsel dikomandoi Kasi Penuntutan Kejati Sumsel Na’im SH MH dan diterima oleh Panitera Muda Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PN Palembang Cecep Sudrajad SH MH.

Na’im SH MH  mengatakan, pihaknya hanya menunggu saja penetapan jadwal persidangan berikut perangkat persidangan yang ditetapkan oleh pihak PN Palembang.

“Biasanya akan ditetapkan paling lama seminggu atau beberapa hari kedepan sudah ada penetapan dan siap disidangkan,” katanya, Rabu (3/2).

Baca:  Pembukaan Proses Belajar Mengajar, DPRD Sumsel Serahkan Kepada Kepala Daerah dan Tim Gugus Covid-19

Juru Bicara PN Palembang Abu Hanifah SH MH membenarkan pihak PN Palembang telah menerima pelimpahan berkas tiga dari empat tersangka dikarenakan salah satu terdakwa bernama Abunawar Basyaeban telah meninggal dunia.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel telah menetapkan empat tersangka dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi alih fungsi lahan hutan produksi menjadi hutan tetap di Kabupaten Muara Enim tahun 2014, yang mengakibatkan kerugian negara kurang lebih sebesar Rp 5,8 miliar.

Keempat tersangka itu yakni mantan bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar, HM Anjapri mantan Dirut PT. Mitra Ogan, Yan Satyananda, merupakan mantan kabag akuntansi PT Perkebunan Mitra Ogan serta Abunawar Basyeban (Alm) selaku konsultan.

Baca:  Kemendagri Tinggalkan Tiga Catatan Untuk APBD Sumsel TA 2021

Dalam pemeriksaan oleh Tim Pidsus Kejati Sumsel, mendapatkan kerugian negara pada proyek tersebut yang merupakan proyek fiktif, sehingga penyidik beranggapan ada total loss atau tidak ada kegiatan sama sekali.

Untuk barang bukti ada uang sebesar Rp 200 juta didalam rekening, dan saat ini belum ada pengembalian kerugian negara.

Adapun keempat orang tersangka tersebut, mempunyai peran masing masing yakni dua orang tersangka dari PT mitra ogan dan ada satu orang konsultan dan juga pejabat negara.

Dua orang dari Mitra Ogan perannya yang mengeluaran dana Rp 5,8 miliar lebih, membuat seolah-olah ada proyek untuk mengurus perizinan dan patut diduga yelah dicairkan serta diserahkan kepada oknum pejabat di Kabupaten Muara Enim.

Baca:  Warung Mang Pedeka Semakin Berkembang di Seluruh Satker Polres Jajaran di Sumsel

Namun selama proses pemeriksaan, salah satu tersangka Abunawar Basyeban yang berperan sebagai konsultan proyek pada Januari 2021 lalu meninggal dunia akibat sakit.

Atas perbuatanya ketiga tersangka, dikenakan pasal 2 ayat 1 UU No 20 tahun 2001 dan pasal 11 atau 12 B UU No 31 tahun 99 jo UU No 20 tahun 2001 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup dan minimal 4 tahun penjara.#osk