2021, Kontrak Pembayaran  Pihak Ketiga Pembangunan LRT Palembang Masih Sisahkan  Rp2,3 Triliun

10

BP/DUDY OSKANDAR
Komisi IV DPRD Sumsel dipimpin MF Ridho

# MF Ridho: Anggarannya Sudah Ada Dalam DIPA Menteri Perhubungan

 

Palembang, BP

Komisi IV DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) akhir-akhir ini mendapatkan sorotan  khususnya terkait dengan jalan sepanjang Bandara Sultan  Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang sampai Jakabaring yang memiliki jalur LRT dimana  masyarakat dan pihak DPR RI menilai jalan di Palembang tidak nyaman , bergelombang dan banyak lubang.

Karena itu pihak Komisi IV DPRD Sumsel dipimpin MF Ridho  mengundang pihak Balai Besar Jalan Wilayah V, PPK  LRT Kemenhub RI, Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumsel, Kontraktor LRT  PT Waskita membahas permasalahan tersebut diruang rapat Banggar DPRD Sumsel, Selasa (2/2).

Baca:  DCT DPRD Provinsi Sumsel 1014 Orang

“ Padahal kita sama-sama memahami  ada kewenangan dari pusat, ada kewenangan dari Provinsi , jalan mana yang provinsi, jalan mana yang pusat , dapat kita pastikan dari Bandara sampai Jakabaring  itu adalah tanggungjawab pemerintah pusat untuk membangun, untuk memelihara , terkait LRT , sore ini kami mengundang Balai Besar Jalan Wilayah V, PPK  LRT Kemenhub RI, Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumsel, kontraktor membangun LRT PT Waskita , “ kata politisi Partai Demokrat ini usai rapat, Selasa (2/2).

Baca:  Kejati Sumsel Terima SPDP 10 Tersangka Judi di Taman Kenten

Dari hasil rapat tersebut menurut Ridho, dari Kementrian Perhubungan  dimana Kontraktor PT Waskita sudah berakhir termasuk masa pemeliharaannya, bahkan Juni 2020 lalu Kementrian Perhubungan secara resmi telah  menandatangani  MoU bersama Kementrian PU tentang tanggungjawab pemeliharaan jalan.

“ Pemeliharaan jalan tahun 2021 telah disampaikan Balai Besar Jalan  Wilayah V ada anggaran Rp24 Miliar untuk menanggulangi spot-spot yang memang sangat  krusial untuk dilakukan perbaikan dan sudah kontrak,” katanya.

Baca:  Polda Sumsel Gelar Penaburan Benih Ikan Hingga Penanaman Pohon di Pakri Palembang

Sedangkan untuk kontrak pembayaran  dengan pihak ketiga pembangunan LRT tersebut sampai tahun ini  masih menyisahkan  Rp2,3 triliun yang masih di tagihkan  kontraktor.

“ Kita sudah komfirmasi, menurut PPK  LRT tahun 2021 ini anggarannya sudah ada di  dalam DIPA Menteri Perhubungan, mungkin bidang perkeretaapian  dan sedang berproses, kita berharap mudah-mudahan semuanya  sesuai dengan aturan, pembayaran yang memang tidak menyalahi ketentuan aturan yang berlaku,” katanya.#osk