Perzinahan, Dalam Dua Kacamata Berbeda

11

Palembang, BP

Makna perzinahan manjadi diskursus dikalangan ahli maupun masyarakat, hukum positif Indonesia memiliki pandangan berbeda terkait arti perzinahan dengan kacamata Islam. Merangkak dari hal tersebut, Cakrawala Perjuangan Indonesia (CPI) bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palembang dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kantor Wilayah Sumatera Selatan (Kemenkumham kanwil-Sumsel) menyelenggarakan penyuluhan hukum dengan tema “Perbandingan Zinah (Overspel) Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Zinah (Hubungan Diluar Kawin) Dalam Hukum Islam di(isi), Rabu(27/1).

Baca:  Pengurus CPI Silaturahmi Ke Ketua Umum Pembina Adat Sumsel

LBH Palembang yang diwakilkan oleh Kharisma Yatini, Devy Fiscarina Zuria, Danico Wisdana, dan Septi menjadi pemateri dalam penyuluhan yang dihadiri oleh 21 audiens yang mayoritas adalah mahasiswa.

Kharisma Yatini mengatakan bahwa, Sudah jelas arti perzinahan yang dianut dalam KUHP adalah hanya jika seorang yang telah memiliki suami/istri melakukan hubungan badan dengan orang lain sedangkan dalam Islam perzinahan tidak memandang apakah orang tersebut sudah memiliki suami/istri.

Baca:  Belum ada Wacana Pemindahan Gedung DPRD Sumsel Ke Kramasan

“Ya ada perbedaan, kembali kepada Hukum yang berlaku dan adat atau kebiasaan setempat,” katanya.

Jerry selaku Ketua Bidang Pengakajian Isu Hukum dan Politik CPI mengatakan dengan adanya kegiatan seperti ini maka dapat mengambil pengertian seputar hukum dalam berbagai perspektif. ” ada banyak pendapat dan semakin menambah wawasan ilmu.” Ungkapnya

Tidak hanya memberikan penyuluhan terkait perzinahan, penyuluhan tersebut menjadi ruang diskusi antara pemateri dan audiens. Mulai dari isu pornografi dan kriminalisasi perzinahan didiskusikan.

Baca:  DPRD Sumsel Pertanyakan Upaya Pemerintah Daerah Dalam Selamatkan Cagar Budaya di Sumsel

“Tema yang diangkat sangat menyentuh isu-isu yang hangat dan dekat dengan masyarakat,” ungkap KGS. Ilham Akbar, Ketua Ormas CPI.

Di sesi akhir acara Ketua Umum didampingi Wakil Sekretaris Jenderal CPI memberikan kenang-kenangan berupa buku karangan dari Muhammad Setiawan selaku Ketua Bidang Wawasan dan Kebangsaan CPI.#osk