PKP Indonesia Menolak Ambang Batas Parlemen 7 %

14

BP/IST
Sekjen PKP Indonesia, Keke Parawansa bersalaman dengan Presiden Jokowi

Jakarta, BP

Langkah Pemerintah untuk merubah ambang batas parlemen secara berjenjang 7 % untuk nasional, 4 % provinsi dan 3 % kabupaten kota mengundang reaksi beragam dari masyarakat.

Usulan perubahan ini direspon secara negatif dan penuh kejanggalan oleh sejumlah partai politik, termasuk PKP
Indonesia, Sekjen PKP Indonesia, Keke Parawansa, memastikan bahwa PKP Indonesia secara
tegas akan menolak rumusan perubahan ambang batas tersebut diatas dan bahkan
sebaliknya akan meminta agar angka ambang batas yang ada justru diturunkan demi
menghormati rasa demokrasi yang berkeadilan serta menjaga persatuan dalam
bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca:  Program Pemanfaatan Tehnologi Nuklir Untuk Energi Di Indonesia Masih Tersendat

“PKP Indonesia sangat khawatir bila ambang batas 7 % tetap dipaksanakan bukan
tidak mungkin akan mengundang Golongan Putih yang semakin banyak dan
menjamur dimana-mana karena aspirasi poitiknya terhenti,”katanya, Kamis (28/1).

Untuk itu, PKP Indonesia sangat berharap agar pembahasan RUU Pemilu yang
menyangjut perubahan tersebut bisa ditunda atau ditinjau ulang, sembari mendengar
tanggapan, masukan, saran atau suara rakyat secara nasional.#osk

Baca:  Pilot Garuda Ancam Mogok, Legislator Desak Jokowi Turun Tangan