Ketua DPD RI Berharap Pemda Bantu Peternak Unggas Mandiri

14

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

Jakarta,BP–Situasi pandemi Covid-19 membuat peternak unggas mandiri kian tersudut. Peternak bukan hanya dituntut bisa bertahan dari wabah, tetapi harus menghadapi integrator yang memiliki modal besar.
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, berharap pemerintah daerah hadir membantu meringankan beban peternak unggas mandiri.
“Peternak tidak akan mampu bersaing dengan perusahaan PMA integrasi vertikal. Karena, integrator memiliki bahan baku pakan, pabrik pakan, pabrik pembibitan GGPS, GPS, PS, FS, usaha budidaya komersial, rumah potong unggas, perusahaan koordinasi kemitraan, cold storage, processing serta ratusan outlet penjualan diberbagai kota besar,” ujar LaNyalla, Rabu (27/1). LaNyalla menilai, kemampuan peternak unggas mandiri jauh di bawah itu. Sedangkan peternak unggas mandiri sangat terbatas. Sulit sekali bagi mereka mengembangkan diri. Selain tidak kuat modal, jaringan yang mereka miliki juga minim. Padahal jaringan sangat penting buat peternak jika ingin menggenjot penjualan.
Bahkan kata LaNyalla, ebagian peternak mandiri mengandalkan koperasi yang juga memiliki kemampuan dan jaringan terbatas.
“Jika peternak mandiri unggas membentuk koperasi, juga tidak akan banyak membantu. Apakah peternak unggas mandiri berkonsolidasi membentuk koperasi akan menjadi solusi menghadapi persaingan dengan perusahaan terintegrasi? Faktanya peternak itu bekerja sendiri-sendiri dan tidak terkoordinasi. Kalau pun membentuk koperasi, modal dan jaringan mereka tetap terbatas,” katanya.
Untuk itu, LaNyalla menegaskan Undang-undang No 14 tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan perlu ditinjau ulang.
Karena UU No 14 tahun 2014 tersebut lebih berpihak para perusahaan perunggasan terintegrasi yang bermodal besar dan PMA. Sedangkan peternak unggas mandiri semakin sulit untuk bertahan.
Dikatakan, sudah seharusnya pemerintah hadir agar peternak unggas mandiri bisa terus bertaha.Harus ada upaya pemerintah melalui dinas peternakan. Upaya yang dilakukan bisa pemberdayaan dan pembinaan teknis para peternak agar mampu bertahan menghadapi pandemi Covid 19 ini.#duk