Puluhan Anggota FPI Diklaim Gabung GP Ansor Sumsel

4

BP/DUDY OSKANDAR
Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Sumatera Selatan Ahmad Zarkasih, diacara pembagian masker di DPRD Sumsel, Selasa (26/1).

Palembang, BP

Pasca dibubarkannya organisasi Front Pembela Islam (FPI) pada awal tahun 2021. Kini, puluhan anggotanya bergabung dengan Gerakan Pemuda (GP) Ansor

Klaim ini diungkapkan Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Sumatera Selatan Ahmad Zarkasih, saat ditemui usai pembagian masker di DPRD Sumsel, Selasa (26/1).

Zarkasih mengatakan berdasarkan data yang diterimanya, anggota FPI yang bergabung ini sekitar 20 hingga 30 orang di Sumsel. Dia mengaku, pihaknya tentu menerimanya sesuai dengan intruksi dari GP Anshor pusat.

Menurutnya, antara FPI dan GP Ansor tidak ada perbedaan, semua sama-sama NU, dan sesama muslim. Hanya saja, terkadang dilain waktu ada sedikit perbedaan khilafiah. Seperti adanya pemahaman yang berbeda dalam tata negara. Namun, tidak terlalu meruncing dan tidak perlu diperbesar.

Baca:  Kapolda Sumsel Kenalkan Program Polisi Dulur Kito Ke PWI Sumsel

GP Ansor sendiri, tetap berpegang kepada Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan Undang-undang (UU) 45. Jika nantinya ada perbedaan, dan ada kelompok yang berusaha merubah dan berbeda dengan NKRI maka pihaknya tidak segan-segan untuk memberikan tindakan tegas dengan mengeluarkan anggotanya. Artinya, semua anggota GP Ansor harus ikut dalam pemahaman yang sama.

Baca:  Nasrun Umar, Jabat Plh Bupati Muara Enim

“Gusdur sempat mengatakan kalau ada yang ingin merubah atau berbeda dengan NKRI tentu tidak boleh berada di Republik ini. Dan tentunya, mereka akan berhadapan dengan GP Ansor, tokoh agama dan lain sebagainya,” katanya.

Terkait pembagian pembagian masker di Sumsel, Zarkasih menambahkan ini misi kemanusiaan organisasinya bersama produsen es krim nasional Aice adalah gerakan lintas kelompok masyarakat.

Baca:  Antoni Yuzar :Jangan Salah Kaprah, Salah Penapsiran New Normal Life ini , Jangan Sampai Kebablasan

GP Ansor, Aice dan KSP melibatkan semua elemen masyarakat dari semua suku, agama maupun kelompok profesi di Sumsel.”Untuk di Sumsel kurang lebih 200 ribu masker yang dibagikan,” katanya.#osk