Home / Headline / Aksara Kaganga  Tengah Di Budayakan di Sumsel

Aksara Kaganga  Tengah Di Budayakan di Sumsel

BP/DUDY OSKANDAR
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel Aufa Syahrizal.

Palembang, BP

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kini tengah membudayakan huruf-huruf ulu atau aksara kaganga untuk menjadi identitas Sumsel .

“Jadi huruf ulu nanti kita budayakan dalam nama dinas , nama-nama jalan  seperti di Jawa ada hurug honocoroko, kita punya kaganga, ada kaganga Ogan, Kaganga Komering, Kaganga Ranau, Kaganga Daye tergantung daerah masing-masing,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel Aufa Syahrizal Sarkomi, Rabu (27/1).

Namun secara umum menurutnya  semua aksara kaganga yang ada di Sumsel menurutnya ada kemiripan.

“ Kalau Palembang cocoknya huruf Arab Melayu silahkan saja , artinya kita mencirikan  sebagai kekhasan daerah, seperti nama yang saya pakai ini pakai huruf ulu,” katanya.

Terkait pembahasan Raperda arsitektur bangunan gedung berciri khas Sumsel. Sebagai salah satu cara melestarikan keberagaman budaya ciri khas Sumsel yang kini tengah di bahas di DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) , Aufa menilai upaya yang dilakukan Gubernur Sumsel untuk diajukan perda ini supaya Sumsel memiliki jati diri.

“ Waktu kita masuk wilayah Sumsel khan dengan  bangunan  dengan ornamennya ini  sudah tahu kalau ini Sumsel seperti daerah Lampung dengan ada  sigarnya, tugu sigarnya atau bangunan seperti di Padang  juga, jadi ada ciri khas, gubernur mengharapkan demikian , jadi kalau masuk Sumsel  ada ciri khasnya ,” katanya.

Untuk mengawalinya menurut Aufa, Gubernur Sumsel berupaya melalui tanjak dan hal ini akan dikeluarkan surat edaran atau pergub  supaya semua dinas-dinas membuat pintu gerbang tanjak .

“ Karena itu di cobakan melalui perda, kalau ada perda semua harus dijalankan ,” katanya.

Dan semua ini menurutnya harus dilaksanakan oleh bangunan pemerintah juga bangunan swasta termasuk hal-hal berkaitan dengan hal –hal lain seperti di pintu gerbang, pintu kantor, bentuk bangunan, pakaian yang intinya mencirikan khas budaya Sumsel .

“ Kita mencoba menggodoknya  dulu, jadi mungkin zaman pak Herman Deru ini lebih  jeli terhadap muatan lokal, gubernur mengharapkan kekayaan budaya lokal kita ini harus betul-betul kita bangkitkan ,” katanya.#osk