Ultimate magazine theme for WordPress.

Tiga Lumpang Batu dan Dua Lesung Batu Zaman Dulu Ditemukan di Kebun Kopi

Temuan lumpang batu zaman dulu di area perkebunan kopi di ataran Pematang Panjang desa Sukamerindu kecamatan Sukamerindu, Lahat (BP/IST)

Palembang, BP–Kabupaten Lahat yang telah dikukuhkan oleh Museum Rekor Indonesia (Muri)  tahun 2012 sebagai pemilik situs megalitik terbanyak se Indonesia .

Ternyata  hingga kini terus ditemukan situs-situs megalitik baru dikabupaten Lahat.

Kalau pada tahun 2020 ditemukan 2 situs megalitik di kecamatan Gumay Ulu oleh tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat bersama Lembaga Kebudayaan dan Pariwisata Panoramic of Lahat, kali ini  di awal tahun tepatnya Selasa ( 26/1).

Staf Khusus Bupati Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Matcik, SH langsung turun untuk menindaklanjuti laporan warga adanya temuan baru situs megalitik di kabupaten Lahat yang didampingi oleh Maryoto Staf Khusus Bupati Bidang Parekraf, Bambang Aprianto,SH Kabid Kebudayaan, Hasperi Susanto, S. Pd, MM Kasubag Perencanaan, Keuangan dan AMD, Doni Rodes, ST Kasi Sarana Prasarana SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat.

Baca Juga:  Nisan Kuno di Muara Cawang, Lahat Selatan Ditemukan

Dalam penemuan hari ini ditemukan 3 lumpang batu dan 2 lesung batu zaman dulu di area perkebunan kopi di ataran Pematang Panjang desa Sukamerindu kecamatan Sukamerindu. Tim tidak bisa menelusuri area ini lebih luas karena hujan.

Setelah penemuan ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat akan melaporkan ke BPCB Jambi, Balai Arkeologi Sumsel dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel.

Baca Juga:  Batu Megalit di Desa Pulau Panggung

Dikatakan oleh Matcik, SH bahwa temuan lumpang batu sebanyak 3 buah, bentuk ke-3 lumpang batu bervariasi ada yang berlubang 2, berlubang 3 dan berlubang 4.

Yang menarik dari lumpang batu lubang 4 adalah diameter ke-4 lubang nyaris sama dengan ukuran 12 cm. Untuk lumpang batu lubang 3 semua lubang mempunyai ukuran yang sama yaitu 14 cm. Sedangkan 2 lesung batu  dengan lubang memanjang dengan panjang lubang sekitar 25 cm. Kedua lesung batu hampir tidak terlihat karena tertimbun tanah.

Baca Juga:  Prasasti Ulu Tanduk Kerbau Diduga Berumur 100 Hingga 200 Tahun Ditemukan

Sedangkan Bambang Aprianto Kabid Kebudayaan timnya terus akan menindaklanjuti setiap temuan situs-situs megalitik yang dilaporkan oleh warga.

Dan selanjutnya secara bertahap mulai tahun ini kabupaten Lahat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan mengusulkan untuk penetapan situs megalitik dan benda yang diduga cagar budaya menjadi Benda Cagar Budaya Kabupaten Lahat dengan Surat Keputusan Bupati Lahat sesuai dengan UU Cagar Budaya No. 11 tahun 2010.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...