Tangkap dan Pecat Kepala BUMN di  Sumsel Atas Dugaan Kepemilikan Senpi

16

BP/IST
Ketua DPW Federasi Buruh Indonesia (FBI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  Andreas OP

Palembang, BP

Menindak lanjuti adanya laporan lisan dan surat dari anggota DPW Federasi Buruh  Indonesia (FBI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  disalah satu  perusahaan yang merupakan anak  usaha BUMN di Sumsel berkaitan dengan adanya intimidasi 6 orang sopir perusahaan atas nama Mulyono, Yuswardi, Royen, Toni, Jhon edi, dan Dedi R, adapun kronologis kejadian pada 23 Januari 2021, sekitar pukul 15.00 lalu hingga adanya dugaan penggunaan senjata api (Senpi) terhadap enam orang sopir tersebut.

Baca:  PASI Sumsel Dipercaya Duduk Dalam Tim Sembilan

Dimana enam orang sopir tersebut mempertanyakan adanya pemotongan uang operasional  perjalanan kepada pihak perusahaan.

Ketua DPW Federasi Buruh Indonesia (FBI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  Andreas OP mendesak Polda Sumsel untuk dapat menurunkan  tim dalam kasus adanya dugaan kepemilikan senjata api dalam lingkup salah satu BUMN di Sumsel dengan anak perusahaannya.

“Atas kejadian tersebut DPW FBI Sumsel akan melanyangkan surat secara resmi kepada ketua Komisi VI DPRI  & Menteri BUMN serta aksi di kantor kementrian  BUMN untuk meminta di lakukannya penindakan tegas, berkaitanya dengan adanya dugaan penggunaan senjata api dilingkup BUMN,  selain itu kami menduga masih banyak oknum –oknum di BUMN yang memiliki dan menggunakan senjata api dalam setiap tugas lapangannya, sehingga kami  juga mendesak kepada DPR RI, Kepolisian , dan kementrian BUMN untuk melakukan bersih-bersih BUMN dari praktek kekerasan dengan senjata api,” katanya, Senin (25/1).

Baca:  Iskandar Untuk Keempat Kalinya Pimpin PAN Sumsel

Pihaknya juga menyayangkan jika  oknum karywan di BUMN masih munggunakan cara –cara kekerasan dan arogansi dalam memimpin BUMN yang seharusnya bisa menjadi contoh yang baik bagi pekerja ,bukannya  malah  main ancam,  intimidasi  dan menggunakan simbol simbol kekerasan seperti senjata api, memang nya mereka TNI dan Polri yang bisa mengangkat senjata di ruang publik.

Baca:  Puluhan Karyawan Bank Sumsel Babel Palembang Terpapar Covid-19

“Kami akan kawal sampai tuntas kasus dugaan penggunaan senjata api ini , tidak benar jika di BUMN ada arogansi dengan senjata api,” katanya.osk/riil