Maestro Tari Sumsel, Anna Kumari Hibahkan Satu Unit Alat Tenun Beserta Songket Bermotip Bungo Cino

11

BP/IST
Pelestari Budaya Palembang ,Maestro tari Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel),  Hj Masayu Anna Kumari menghibahkan salah satu benda kesayangannya yaitu satu unit alat tenun  berusia ratusan tahun atau sudah tiga generasi berserta songketnya bermotip bunga cino. Penyerahan tersebut dilakukan di aula di Museum Negeri Provinsi Sumsel Balaputra Dewa , Kamis (21/1).

Palembang, BP

Pelestari Budaya Palembang ,Maestro tari Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel),  Hj Masayu Anna Kumari menghibahkan salah satu benda kesayangannya yaitu satu unit alat tenun  berusia ratusan tahun atau sudah tiga generasi berserta songketnya bermotip bunga cino.

Penyerahan tersebut dilakukan di aula di Museum Negeri Provinsi Sumsel Balaputra Dewa , Kamis (21/1).

Setelah sebelumnya dilakukan penandatanganan hibah oleh Anna Kumari dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum Negeri Provinsi Sumsel Balaputra Dewa, H Chandra Amprayadi SH, Anna Kumari juga mendapatkan piagam penghargaan dari Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum Negeri Provinsi Sumsel Balaputra Dewa, H Chandra Amprayadi SH atas hibah tersebut.

Menurut Anna Kumari, hibah tersebut tidak lain dirinya ingin meneruskan tujuan pemerintah  karena menurutnya museum ini adalah museum milik pemerintah.

“Mudah-mudahan itu akan berguna kelak,” kata pemilik Rumah Budaya Nusantara Dayang Merindu Palembang Sumsel Dan Sanggar, Hj Masayu Anna Kumari ini.

Baca:  Tradisi Rabu Kasan Harus di Lestarikan Atau Perlahan Dibiarkan Punah?

Apalagi hibah ini menurutnya dia ingin mengembangkan  tujuan pemerintah itu sendiri.

Selain itu Anna Kumari mengaku dia sendiri memiliki niat yang belum tercapai, yaitu membuat museum tari namun kini rumahnya sedang di bongkar dimana tujuannya  untuk membuat museum tari tersebut.

“ Tolong doakan karena saya memiliki barang-barang itu  daripada barang itu tidak keruan, lebih baik saya dirikan museum kecil-kecilan sekarang  lagi dibongkar baru satu minggu,” katanya.

Menurut Anna , dia memiliki satu lagi cita-cita ingin mendirikan masjid dimana dirinya memiliki tanah di Km 5 Prumda II hadiah dari Gubernur Sumsel  H Sainan Sagiman .

“ Tanah itu tadinya mau saya dirikan masjid  tapi kapan dirikan masjid itu, daripada kedua-keduanya tidak, tanah ini saya jual,  itulah  yang saya bangunkan sekarang  (museum tari), kalau tidak cukup sampai dimana cukupnya , tetap akan saya laksanakan,  mohon  doanya,” katanya.

Baca:  Anna Kumari dan Tradisi Rebu Kasan

Sedangkan Putri Anna Kumari,  Mirza Indah Dewi SPd  yang juga merupakan seorang  penari yang ikut mendampingi Anna Kumari mengatakan, tidak menyangka acara penyambutannya akan meriah  seperti ini .

“ Dikira mama (Anna Kumari)  datang aja , serahkan, sudah,  tapi apresiasi Museum Balaputra Dewa  ini sangat luar biasa, kami keluarga Anna Kumari mengucapkan terima kasih, semoga ini bermanfaat untuk masyarakat, untuk generasi milineal yang selama ini tidak tahu cara menenun,” katanya.

Sedangkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum Negeri Provinsi Sumsel Balaputra Dewa, H Chandra Amprayadi SH berterima kasih kepada Pelestari Budaya Palembang ,Maestro Tari Sumsel,  Hj Masayu Anna Kumari yang telah menghibahkan satu unit alat tenun  berusia ratusan tahun atau sudah tiga generasi berserta songket bermotip bungo cino.

“ Awal tahun 2021 ini kita sudah mendapatkan hibah dari seorang maestro yang benar- benar peduli kepada museum (Anna Kumari), mudah-mudahan akan disusul oleh kawan-kawan dan budayawan-budayawan lain yang mana mereka mempunyai koleksi yang sangat berharga namun hingga saat ini masih disimpan mereka dan mereka sangat sayang sekali dengan koleksi , mudah-mudahan akan datang akan datang seperti yang dilakukan ibu Anna Kumari ini, “ katanya.

Baca:  Anna Kumari dan Tradisi Rebu Kasan

Dia akan mengupayakan akan membuat  suatu pojok atau galeri di Museum Negeri Provinsi Sumsel Balaputra Dewa ini dan mengajak maestro dan budayawan yang ada di Sumsel  untuk menghibahkan masukan-masukan dalam galeri itu  nantinya mereka yang menghibahkan koleksinya tersebut akan dituliskan namanya mulai dari Anna Kumari, Sailin dan maestro dan budayawan lain yang ada di kabupaten kota di Sumsel.#osk