Ultimate magazine theme for WordPress.

Ketua MPR: Melalui BS Center Ajak Semua Elemen Masyarakat Dalam Penyusunan PPHN

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam diskusi pakar dengan Brain Society Center atau BS Center di Jakarta, Rabu (20/1). 

Jakarta, BP–Ketua MPR RI Bambang Soesatyo  (Bamsoet) mengatakan, untuk menuju Indonesia 2045 yang menjadi cita-cita bersama bangsa Indonesia sebagaimana termaktup dalam Pembukaan UUD NRI 1945, diperlukan Pokok-pokok Haluan Negara (PPHN). PPHN akan menjadi payung ideologi dan konstitusional bagi penyusunan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) maupun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bersifat teknokratis.
“PPHN akan menjadi arah pembangunan jangka 25-50 tahun. Sedangkan SPPN, RPJPN, RPJMN akan menjawab terkait apa yang harus dilakukan negara untuk mencapai tujuan pembangunan nasional,” ujar Bamsoet dalam diskusi pakar dengan Brain Society Center atau BS Center di Jakarta, Rabu (20/1).
Menuju Indonesia 2045, lanjut Bamsoet, diperlukan peta jalan dan panduan, karena kompleksitas tantangan dan permasalahan yang dihadapi akan lebih berat. Karenanya, PPHN dibutuhkan sebagai jawaban dan panduan bagi masa depan pembangunan Indonesia lebih baik.
“Pembahasan terkait PPHN hendaknya mendapatkan respon dan masukan dari berbagai pihak, serta menjadi perhatian bersama seluruh komponen bangsa untuk menuju tahun emas atau 100 tahun Indonesia Merdeka 2045 yang di cita-citakan bersama,” kata Bamsoet.
Dikatakan, MPR akan melibatkan lembaga negara, kementerian, parpol, pakar dari berbagai disiplin ilmu dan berbagai elemen masyarakat lain dalam penyusunan rancangan PPHN. Masukan dari lembaga think tank seperti Brain Society Center sangat diperlukan dalam penyusunan PPHN.
“Semua pihak dan komponen masyarakat perlu memberikan kontribusi pemikiran dan partisipasi aktif membangun wajah Indonesia 2045. Sehingga pembangunan di berbagai sektor, baik ekonomi, politik, sosial, budaya dan bentuk demokrasi yang akan kita bangun, bisa sejalan dengan tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945,” papar mantan Ketua DPR tersebut.
Ketua Dewan Pakar Brain Society Center, Didin S. Damanhuri sepakat bahwa semua komponen perlu dilibatkan memberikan masukan terhadap PPHN.  Untuk itu, Brain Society Center menyambut baik tantangan Ketua MPR dan siap berkontribusi membangun diskursus dan conten terkait rancangan PPHN.
“Kami siap berkontribusi dan memberikan masukan dengan melakukan kajian dan FGD dengan mengundang para pakar dan ahli yang kompeten di bidangnya,” ujar Guru Besar IPB ini.#duk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...