Cegah Demensia, Line Dance Bisa Diikuti Semua Orang

53

Palembang, BP–Banyak orang yang beranggapan bahwa pikun merupakan efek penuaan yang tidak dapat dihindari. Padahal, pikun merupakan gejala demensia yang perlu penanganan.

Nah, untuk mencegah kepikunan atau demensia dimaksud, dengan melakukan olahraga yang tepat, salah satunya adalah olahraga Langkah Dansa (Line Dance). Olahraga ini sangat bermanfaat untuk mencegah kepikunan karena setiap orang harus mengingat gerakan dari Line Dance.

Saat ini, di Kota Palembang sendiri, Line Dance cukup digemari oleh banyak kalangan. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya Sanggar/Studio Senam di Kota Palembang yang membuka kelas Line Dance, termasuk salah satunya di Radisya Studio & Sauna yang berlokasi di Jalan Mahmil No. 3 KM. 5,5 Palembang.

Sebagaimana diutarakan oleh Ketua Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI) Prov. Sumsel, Hj Eryn Sukma, SH. SE, yang juga merupakan pemilik dari Radisya Studio & Sauna, bahwa Line Dance melatih dan mempertajam daya ingat, memperlancar daya motorik otak, memperkuat daya orientasi, dan melatih daya konsentrasi.

Eryn, yang menekuni Line Dance sejak tahun 2009 ini menambahkan, Line Dance dapat mempertajam daya ingat dan mengoptimalkan fungsi otak dikarenakan pada setiap lagu punya gerakan yang berbeda yang diciptakan oleh seorang pencipta langkah atau biasa disebut koreografer.

“Dari satu lagu bisa saja terdapat gerakan dari koreografer yang berbeda, contohnya lagu daerah Sumatera Selatan berjudul “Ya Saman”, ada 2 koreografer, yakni Muhammad Yani dari ILDI dan Ferdi dari ULD yang gerakannya berbeda,” katanya.

Line Dance bisa dilakukan semua kalangan. Mulai anak-anak berusia 5 tahun, SD, SMP, remaja, dewasa, dan lansia. Line Dance memiliki gerakan yang berbeda dengan olahraga lain seperti Aerobik. Pada Line Dance tidak ada hentakan tulang, otot dan bagus untuk melatih daya ingat.

ILDI Sumsel juga telah menciptakan gerakan atau koreo dari beberapa lagu untuk Line Dance terbaru, yakni Ya Saman, Dek Sangke, Bujang Gadis Palembang, Petang petang, Cup Mailang, Bete bete, Pergi pagi pulang pagi, Scream & Shout, More Than You Know, Cinta, Hotel California, Pa Pa Pa, Toma Toma, Sa Su Sayang, Girl in The Mirror.

“Line Dance “Dek Sangke” dan “Scream and Shout” saya yang ciptakan koreonya. Tidak juga susah, tapi harus melalui tahapan-tahapan untuk bisa dimasukkan pada website CopperKnob,” kata Owner Studio Radisya ini.

Ia menjelaskan, koreo atau stepsheet yang sudah dibuat akan dimasukkan dan diuji atau dibahas melalui Diklatbang ILDI Pusat Jakarta yang diketahui oleh Ketua Umum ILDI Pusat, setelah stepsheet dimaksud dinyatakan lulus dan memperoleh persetujuan kemudian disubmit ke website CopperKnob yang berbasis di Inggris, agar bisa dibaca dan dilihat bahkan didemokan oleh semua instruktur dari seluruh dunia.

“Line Dance melalui ILDI identik dengan lagu nusantara, seperti Ya Saman, Dek sangke , Bujang Gadis Palembang Pempek Lenjer,” kata ibu dari 4 orang anak ini.

Line Dance saat ini sedang booming di Palembang. Namun, tidak hanya kota metropolis saja, ILDI Sumsel juga sudah mulai merambah ke beberapa kabupaten/kota di Sumsel, antara lain Musi Banyuasin (Muba), Lubuk Linggau, Ogan Komering Ulu dan Ogan Komering Ulu Timur (OKUT).

“ILDI Sumsel sudah melahirkan 33 instruktur Line Dance bersertipikat, yang dikeluarkan oleh ILDI bersama KORMI, Dispora Prov. Sumsel dan Kemenpora RI. Dimana, sebagian diantaranya berasal dari Kabupaten tersebut,” katanya

Nantinya, di Studio Radisya sendiri selain membuka kelas Line Dance dan Aerobic juga akan ada kelas Zumba, Yoga, Belly Dance, Muay Thai, Kick Boxing, Taekwondo. Radisya saat ini memiliki lebih dari 100 member dari semua kalangan, baik remaja juga dewasa.

“Harapan kedepannya pandemi selesai, peminat olahraga semakin rame, ILDI Sumsel semakin diterima di masyarakat, dengan demikian program ILDI Sumsel selanjutnya untuk memiliki serta melantik Pengurus di Kabupaten/Kota se-Sumsel dapat segera dilaksanakan,” katanya. #pit