Ultimate magazine theme for WordPress.

“Jadi Tolong Saling Menghargai”

BP/DUDY OSKANDAR
Sekretaris Fraksi PAN DPRD Sumsel Juanda Hanafiah

Palembang, BP

Rapat paripurna ke XXV DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dengan agenda penyampaian penjelasan Badan Pembentukan Peraturan Daerah  (Bapemperda) Provinsi Sumsel terhadap dua rancangan peraturan daerah (Raperda) usulan inisiatif DPRD Provinsi  Sumsel yaitu raperda tersebut Raperda tentang arsitektur  bangunan gedung  berciri khas  provinsi Sumsel dan raperda tentang pondok pesantren provinsi Sumsel, Senin (18/1) berlangsung panas dan hujan intrupsi dari sejumlah anggota DPRD Sumsel.

Lima Fraksi di DPRD Sumsel sepakat meminta penundaan rapat paripura lantaran Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya tidak menghadiri rapat tersebut. Yang hadir justru  Plt Asisten Pemerintah dan Kesra Edward Chandra.

Usai rapat paripurna di skor  anggota DPRD Sumsel dari Fraksi PAN resmi memutuskan tidak ikut melanjutkan rapat paripurna sedangkan Fraksi Golkar, Gerindra, PKB, Nasdem, PKS dan Hanura Perindo tetap melanjutkan rapat paripurna.

Baca:  DPRD Sumsel Pertanyakan Penyebaran Vaksin Covid-19 di Sumsel Belum Merata

Sekretaris Fraksi PAN DPRD Sumsel Juanda Hanafiah mengatakan, sesuai keputusan rapat paripurna harus dihadiri gubernur dan wakil gubernur.

“Kalau yang hadir tadi bukan gubernur, bukan wakil gubernur, bukan sekda, malah Plt Asisten Pemerintah dan Kesra sepertinya tidak serius, kita bukan tidak mendukung, kita mendukung program itu. Tapi tolong kita serius,” kata Juanda.

Dia berharap pada rapat paripurna mendatang gubernur dapat hadir karena berkaitan dengan keputusan Raperda inisiatif DPRD Sumsel.

“Jadi tolong saling menghargai, ini sikap kita untuk memberitahu ke ekskutif supaya serius siapa yang hadir. Kalau ketentuannya yang hadir itu gubernur atau wakil gubernur. Kalaupun darurat bisa sekda, ya itu tadi kami persilahkan fraksi lain hadir. Tapi kami tetap konsisten. Paripurna itukan rapat tertinggi di DPRD,” katanya.

Baca:  10 Dapil DPRD Sumsel Sampaikan Hasil Reses Tahap I

Sedangkan Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati  mengaku sebelum rapat paripurna sudah menyampaikan kepada Plt Asisten Pemerintah dan Kesra Edward Chandra agar menyampaikan kepada Gubernur hal ini harus berjalan namun bilang pihaknya memahami  kali ini lain masalahnya kalau  memang Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel  tidak ada , tidak hadir maka rapat paripurna akan dirinya tunda.

Baca:  Pupuk Langka, Petani Ngadu Ke DPRD Sumsel 

“ Kalau memang pak Gubernur tidak ada agenda yang pasti , tidak ada yang mewakili ya paripurna  kita tunda karena paripurna ini suatu rapat tertinggi  antara eksekutif dan legislatif  ini  harus sama-sama kita hormati dan DPRD sendiri kami dibatasi tatib MD3,” katanya.

Mengenai Fraksi PAN yang tidak mengikuti rapat paripurna menurutnya hak dari fraksi masing-masing.

“ Namun saya yakin dan percaya saya selaku Ketua DPRD akan sampaikan  betul apa yang disampaikan itu sesuai tatib harus dihadiri pimpinan daerah,” katanya.#osk

 

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...