Ketua MPR: Vaksinasi Dimulai, Geliat Ekonomi Kembali Bergairah 2021

13

Jakarta, BP–Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat tinggi akibat pandemi Covid-19. Maret 2020, angka rasio berada di angka 0,381, atau meningkat 0,001 poin dibandingkan angka rasio September 2019 sebesar 0,380.
“Berdasarkan dokumen RPJMN 2015 2019, target rasio gini yang ingin kita capai 0,36, sehingga pencapaian saat ini masih tertinggal selisih 0,02 poin,” ujar Bamsoet saat menjadi keynote speaker dalam Rapat Koordinasi Nasional III Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), secara virtual, di Jakarta, Jumat (15/1/21).
Menurut Bamsoet, pandemi Covid-19 menyebabkan persentase penduduk miskin di Indonesia naik 9,78 persen. Atau naik sekitar 0,56 persen dari September 2019 sebesar 9,22 persen yang berdampak pada naiknya angka rasio gini. Namun kondisi tersebut tidak menepiskan fakta masih ada pekerjaan rumah perlu diperbaiki mengurangi tingkat kesenjangan sosial-ekonomi Indonesia.
“Jauh sebelum pandemi Covid-19, kesenjangan sosial-ekonomi sudah terjadi di masyarakat. Terlihat dari laporan Global Wealth Report dari Boston Consulting Group di tahun 2018 bahwa 10 persen orang terkaya di Indonesia menguasai 75,3 persen dari total kekayaan penduduk Indonesia,” jelas Bamsoet.
Dikatakan, laporan Global Wealth Report 2020 menempatkan Indonesia di peringkat ke-empat negara dengan tingkat kesenjangan tertinggi di dunia, setelah Rusia, India, dan Thailand.  Walaupun kekayaan per orang meningkat 6 kali lipat selama periode 2000-2016, namun setengah aset kekayaan di Indonesia dikuasai 1 persen orang terkaya.
“Kesenjangan antara kaya dan miskin 49 persen. Memperlihatkan kekayaan rata-rata penduduk Indonesia masih rendah,” tandas Bamsoet.
Bamsoet menambahkan, seluruh kalangan termasuk organisasi masyarakat maupun kalangan dunia usaha harus bergotong royong membantu pemerintah menekan kesenjangan sosial. Memasuki tahun 2021 seiring dimulainya vaksinasi, geliat ekonomi akan kembali bergairah.
“Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 bisa tumbuh positif 4,4 persen. Sementara Bank Indonesia optimis tumbuh di kisaran 5 persen. Sedangkan lembaga Oxford Economics, bersama the Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW) melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa melonjak 6 persen. Butuh kerja keras semua pihak agar penilaian tersebut tak hanya berakhir manis di atas kertas saja,” papar mantan Ketua DPR tersebut. #duk