Rekruiment Guru Tahun Ini Gunakan Jalur PPPK dan CPNS

8

BP/DUDY OSKANDAR
Ketua Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) Sumsel, Syahrial

Palembang, BP

Pemerintah akhirnya menganulir kebijakan untuk meniadakan penerimaan CPNS Guru dengan menggantinya menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ini dicapai dari hasil pertemuan secara virtual antara Kemendikbud, Kemenpan RB, BKN dengan Komisi X dan PB PGRI beberapa waktu lalu.

“Kalau dari informasi yang kami dapatkan benar seperti itu, untuk rekruiment guru tahun ini akan dilakukan dengan dua tahap yakni PPPK dan melalui jalur CPNS, tentunya kami mengapresiasi setelah sempat lebih kurang satu bulan lebih masalah ini berpolemik,” kata Ketua Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) Sumsel, Syahrial, Jumat (15/1).

Baca:  DPRD Sumsel Kawal Insentif  Guru di Sumsel Rp20 Miliar

Ditambahkan Syahrial, jalan panjang dalam memperjuangan agar pemerintah membatalkan kebijakan untuk tidak mengangkat CPNS guru telah dilakukan, termasuk sharing perwakilan guru honorer dari seluruh Indonesia dengan Komisi X DPR RI yang ternyata berbuah manis.

Pasalnya, apabila pemerintah bersikukuh untuk tetap menerapkan hal itu yang kasihan adalah para alumni FKIP seluruh Indonesia yang menjadi patah arang lantara takkan lagi mempunyai kesempatan untuk menjadi PNS lantaran diseragamkan statusnya menjadi PPPK.

Baca:  DPRD Sumsel Setelah Evaluasi APBD Sumsel 2020, Honor Standarisasi Honorium Guru Honor Berjalan

“Bahkan, dampaknya akan meluas dimana bisa dipastikan pelamar untuk FKIP di seluruh Indonesia bakal sepi peminat, indikasi itu semoga saja jangan sampai terjadi karena bakal mematikan FKIP yang ada di seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia,” kata Syahrial.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Mgs H Syaiful Padli,ST,MM yang berharap sebelum mengambil keputusan agar instansi terkait seperti BKN, Kemendikbud untuk terlebih dulu mencari referensi sekaligus meminta saran dan pendapat dari berbagai pihak, bukan  serta merta mengeluarkan kebijakan yang pada akhirnya justru dianulir atas desakan masyarakat.#osk

Baca:  Oknum Guru “Embat” Laptop Berurusan Dengan Polisi