Home / Headline / KPU Sumsel Tanggapi lham Saputra Gantikan Arief Sebagai Ketua KPU RI

KPU Sumsel Tanggapi lham Saputra Gantikan Arief Sebagai Ketua KPU RI

BP/DUDY OSKANDAR
Komisioner KPU Sumsel Amrah Muslimin

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPU RI, usai Arief Budiman dicopot dari jabatan karena terbukti melakukan pelanggaran etik.
Ilham ditunjuk lewat rapat pleno di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (15/1). Ia akan memimpin KPU RI untuk sementara.
Menyikapi hal tersebut,  KPU Sumsel menyambut baik sehingga tidak ada kekosongan ketua KPU RI.
“Apapun yang diputuskan pimpinan KPU RI, tentunya sudah melalui proses pengkajian, baik itu mengkaji peraturan- peraturan yang berlaku, maupun melihat bagaimana kondiso organisasi KPU ini kedepan,” kata Plh Ketua KPU Sumsel Amrah Muslimin, Jumat (15/1).
Menurut Amrah, pihaknya telah mengetahui informasi ditunjuknya Ilham sebagai ketua KPU RI menggantikan Arief Budiman, dan dipastikan jajaran KPU Provinsi, Kabupaten dan Kota se Indonesia akan mendukung sepenuhnya.
“Saya kira KPU Provinsi maupun kabupaten/ kota, mendukung apapun yang jadi putusan pimpinan ke kami. Jadi kami mendukung ditunjuknya pelaksana tugas ketua KPU RI Ilham Saputra
Sebelumnya, Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengungkapkan jika komisioner yang ada telah memutuskan Ilham sebagai Plt ketua KPU RI.
“Menunjuk Plt Ketua KPU, yaitu Ilham Saputra secara aklamasi,” kata  Dewa.
Ia mengatakan, rapat pleno penunjukkan Ilham dihadiri oleh enam dari tujuh komisioner KPU RI. Hanya Viryan Aziz yang tidak hadir karena sedang sakit.
Ditambahkannya, tugas pertama Ilham adalah melaksanakan putusan DKPP terkait pencopotan Arief. Ia harus melaporkan hasil rapat pleno ke DKPP dalam tujuh hari setelah putusan dibacakan.
Dalam kesempatan itu, KPU RI meminta jajaran di daerah tidak terpengaruh. KPU RI meminta KPU di seluruh daerah tetap menjalankan tugasnya.
“Sehubungan dengan putusan tersebut, KPU meminta kepada seluruh jajaran, baik KPU provinsi maupun KPU kabupaten/kota untuk tetap menjalankan tugas dan fungsinya di tempat kerja masing-masing sebagaimana mestinya sesuai ketentuan UU yang berlaku,” ucap Dewa.
Sekedar informasi, Arief Budiman dicopot dari jabatannya oleh DKPP, karena terbukti melanggar kode etik. DKPP memutus Arief bersalah karena mendampingi Evi Novida Ginting Manik mengajukan gugatan terkait pemecatan sebagai komisioner KPU ke PTUN Jakarta.
DKPP menyebut kehadiran Arief mengesankan perlawanan KPU terhadap putusan DKPP, yang memecat Evi dari jabatan komisioner KPU.
Arief sendiri menegaskan dirinya tak pernah melakukan pelanggaran yang mencederai integritas pemilu. Ia belum menyampaikan tindak lanjut atas putusan DKPP tersebut.#osk