Ketua MPR Dorong Masyarakat Kembangkan Budaya Lokal

15

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menerima pengurus pusat Surosowan Indonesia Bersatu, di Ruang Kerja Ketua MPR RI di Jakarta, Jumat (15/1).

Jakarta, BP–Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang kebudayaan, seperti Surosowan Indonesia Bersatu, bisa mengkolaborasi berbagai unsur kebudayaan lokal di berbagai lapisan masyarakat untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata. Sehingga kebudayaan bisa menjadi jantung dari kegiatan pariwisata.
“Sejak 2013 hingga 2017, Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaporkan sudah ada 7.241 karya budaya yang tercatat dan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Semua itu harus dijadikan kekuatan bagi bangsa Indonesia, untuk mendongkrak sektor pariwisata sehingga bisa memberikan multiplier effect bagi perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bamsoet usai menerima pengurus pusat Surosowan Indonesia Bersatu, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, di Jakarta, jumat (15/1).
Pengurus Pusat Surosowan Indonesia Bersatu yang hadir antara lain Ketua Umum TB Uuy Faisal Hamdan, Sekretaris Herdian Bayu Samudro, dan para anggota lainnya seperti Aris Rahmatdi, Hasdar Hanafi, dan Rahmad Rivaldi.
Menurut Bamsoet konvensi UNESCO pada tahun 2003, ‘Convention for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage’ telah menetapkan kriteria karya budaya yang masuk dalam WBTB. Antara lain tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya tak benda, seni pertunjukan, adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan, pengetahuan dan kebiasaan perilaku alam dan semesta serta kemahiran kerajinan tradisional.
“Karena turut meratifikasi konvensi tersebut, yakni melalui Peraturan Presiden No. 78/2007, Indonesia memiliki kewajiban melakukan pencatatan terhadap karya budaya yang masuk dalam kategori WBTB asal Indonesia. Sehingga bisa tercatat dengan baik, menjadi bagian dari kekayaan karya budaya dunia,”jelas mantan Ketua DPR tersebut.
Bamsoet. menambahkan, organisasi Kemasyarakatan yang bergerak di bidang kebudayaan seperti Surosowan Indonesia Bersatu punya peran strategis. Khususnya memberikan masukan kepada pemerintah mengenai karya budaya apa saja di masyarakat yang bisa masuk dalam pencatatan WBTB.
“Karena dari 7.241 karya budaya yang sudah dicatat Kemendikbud dalam WBTB Indonesia, di lapangan masih banyak karya budaya yang belum tercatat. Entah karena minimnya informasi maupun karena hal lain. Peran Ormas yang hidup berdampingan dalam masyarakat, diharapkan dapat mempermudah pemerintah melakukan pencatatan terhadap karya budaya bangsa. Sehingga bisa terus dilestarikan, tak punah ditelan roda zaman,” papar Bamsoet.#duk