Ultimate magazine theme for WordPress.

DPRD Sumsel Pertanyakan  Nasib Warga Perumahan Al Aras/Griya Alam Sejahtera, Talang Jambe Ke REI Sumsel

BP/DUDY OSKANDAR
Suasana kunjungan Ketua DPD REI Sumsel, Zewwy Salim bersama pengurus melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Provinsi Sumsel berserta Anggota DPRD Provinsi Sumsel, Senin (11/1).

Palembang, BP

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  daerah pemilihan (Dapi) II Kota Palembang Nopianto mempertanyakan nasib warga perumahan Al Aras/Griya Alam Sejahtera.,  KecamatanTalang Jambe, Kecamatan Sukarame, Palembang  yang tidak kunjung mendapat sertifikat tanah meskipun sudah lama lunas kriditnya.

Hal tersebut dikemukakannya saat kunjungan Ketua DPD REI Sumsel, Zewwy Salim bersama pengurus melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Provinsi Sumsel berserta Anggota DPRD Provinsi Sumsel, Senin (11/1).

“ Masyarakat itu mengeluhkan yang sampai hari ini mereka sudah melaksanakan kewajibannya sudah lunas tapi  haknya tidak di berikan , jadi itu sudah sempat kita teruskan , karena warga itu menyampaikan kepada kami terhadap permasalahan yang timbul  diperumahan itu ,” Katanya.

Selain itu menurutnya warga hampir secara keseluruhan sudah menjalankan kewajibannya  dimana kreditnya sudah habis tetapi hak mereka sampai detik ini  tidak di penuhi oleh pengembang.

“Sertifikatnya tidak katek, ini hasil reses kami, resmi ibu ketua,  mereka minta bantu dengan kita  untuk menyampaikan dan mereka sudah berupaya  b erkomunikasi secara persuasif dengan pihak pengembang  sampai detik kami reses itu tidak ada titik temu“ katanya.

Selain itu menurut politisi Partai Nasdem ini juga mengaku sempat menjadi korban penipuan pengembang nakal hingga kasusnya sampai ke Polda Sumsel .

“ Saya beli rumah di  daerah Sukabangun itu , rumah itu  saat saya melakukan AJP masih pondasi, saya beli itu separuh  cash sisanya kridit berjangka sampai  dengan 1, 5 tahun , sampai masa berakhirnya AJB rumah itu tidak ada progres tetap pondasi ,” katanya.

Setelah melakukan upaya persuasif tidak di respon dan di laporkan ke Polda Sumsel, akhirnya pihak keluarga menyelesaikan secara persuasif dengan dirinya permasalahan tersebut dengan mengembalikan sejumlah uang  dengan AJB.

“ Kaitan dengan REI maksud saya begini, harapan kita , karean REI  ini adalah wadah berhimpunnya pengembang di Sumsel  bisa memberikan  masukan bisa memberikan solusi kepada pihak pengembang sehingga permasalahan yang timbul seperti yang saya sampaikan tadi itu tidak terjadi sehingga masyarakat tidak di rugikan,” katanya.

Baca:  Komisi IV DPRD Sumsel Sebut Fasilitas JSC Kurang Terawat

Selain itu pihaknya berharap REI bisa menjadi jembatan baik bagi masyarakat dan pengembang  untuk menyelesaikan  permasalahan yang timbul  terkait kegiatan  pengembangan ini termasuk masalah fasilitas umum yang dijanjikan pihak pengembang yang kadang tidak terealisasi.

Menanggapi hal tersebut  Ketua DPD REI Sumsel, Zewwy Salim menjelaskan, anggota REI apabila usahanya melakukan kesalahan baik sengaja maupun tidak di sengaja  sesuai dengan AD ART REI akan dipanggil dan meminta pertanggungjawaban sampai ketiga kali sampai pemcoretan  sebagai anggota DPD REI yang aktip.

“ Apabila kami coret maka akses  ke Perbankan otomatis tidak bisa lagi dilaksanakan ,” katanya.

Pihaknya prihatin dengan kasus dialami anggota DPRD Sumsel Nopianto beli rumah di tipu pengembang.

“ Di Palembang memang ada beberapa  pengembang yang  kami pernah catat bermasalah ya tanda kutiplah , kebetulan yang bapak Nopianto sebutkan  tidak tercatat didalam anggota REI Sumsel dan yang soal sertifikat di perumahan di Talang Jambe itu juga bukan anggota kami  dan mudah-mudahan anggota kami tetap konsisten  dalam usahanya  dan untuk yang di Talang Jambe  terus terang kami sedikit ada beberapa  kali kita juga di surati oleh warga setempat menanyakan permasalahan tersebut, setelah kami  cek di Sekretariat ternyata pengembangnya  sudah  tidak aktif lagi dan baru kurang lebih satu bulan yang lalu meninggal dunia, yang ketahui itu masalah sertifikat yang sampai sekarang belum di pecah di belum diserahkan  kepada masyarakat ,” katanya.

Selain itu di tahun 2021 seluruh pengembang yang tergabung dalam  REI Sumsel maupun tergabung dalam seluruh asosiasi di Indonesia , itu sudah diatur  dan diprogramkan oleh PU PR  namanya si Petruk (Sistim Pengawasan Konstruksi) yang akan online dengan Kementrian PU PERA.

Baca:  DPRD Sumsel Pertanyakan Penyebaran Vaksin Covid-19 di Sumsel Belum Merata

“ Setelah kami membangun akan di cek tim LPJK dan tim LPJK itu akan memberikan masukan ke PU PERA bahwa  rumah yang dibangun  layak untuk dihuni, jadi ini salah satu program yang pantas kita suport,” katanya.

Selain itu setiap anggota REI yang memiliki perusahaan  atau tercatat di asosiasi lain maka nasabahnya akan melakukan cek data diri melalui sistim  registrasi (Sireng) setelah lulus Sireng ada namanya Sikumbang  (Sistim Kumpulan Pengembang).

“ Disitu akan terdata apakah pengembang ini terdata  di asosiasi , apakah pengembang ini bermasalah, kalau bermasalah dia akan ditolak di Sikumbangnya  dan apabila dalam sistim ini lulus ada lanjutanya di Si Petruk (Sistim Pengawasan Konstruksi), Si Petruk inilah akan berkerjasama dengan LPJK secara online, semoga kekhawatiran kita terhadap pembangunan yang dilakukan pengembang kedepan akan lebih baik,” katanya.

Zewwy Salim juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPRD Provinsi Sumsel dan Anggota DPRD Provinsi yang telah bersedia menerima audiensi dengan DPD REI Sumsel.

“Dalam audiensi ini, kami memperkenalkan kepengurusan yang baru yang baru dilantik untuk periode 2020-2023. Baru baru 2 bulan dilantik, dan kami datang kesini menyampaikan kepengurusan yang baru kepada Ketua DPRD Provinsi Sumsel sebagai pembina dan penasehat DPD REI Sumsel,” ujarnya.

Zewwy Salim menjelaskan, dalam audiensi ini juga pihaknya menyampaikan beberapa masalah yang dihadapi REI Sumsel diantaranya penyediaan air bersih. “Kita harapkan, masyarakat perumahan dipermudah penyaluran air bersihnya. Karena ada permasalahan penyediaan air bersih di beberapa titik di Palembang dan beberapa kabupaten dan kota lainnya di Sumsel. Masih ada masyarakat yang belum menikmati air bersih. Kita juga berharap ada kemudahan yang diberikan perbankan serta pembangunan fasilitas jalan menuju perumahan.  Disinilah kami sampaikan seluruh masalah yang dihadapi REI Sumsel ke anggota dewan sehingga hasilnya bisa maksimal,” katanya.

Ketika ditanya angka penjualan rumah di tengah pandemi covid-19, Zewwy Salim menerangkan, pihaknya optimis penjualan rumah ditahun 2021 ini akan meningkat. “Apalagi vaksin sudah didistribusikan. Kami optomis kebangkitan property sudah didwpan mata. Kami juga berharap di 2021 ini, dukungan dari Perbankan dan semua stakeholder,” katanya.

“Apalagi bisnis property ini memiliki 174 ekonomi turunan. Sehingga apabila ekonomi di bidang property naik, maka industri turunanya juga pasti positif naik juga. Jadi target penjualan di tahun ini bisa mencapai 15 ribu unit rumah dengan dukungan Perbankan dan stakeholder. Kami optimis itu tercapai,” katanya.

Baca:  Penimbunan Lahan Keramasan di Laporkan  Ke Polda Sumsel , DPRD Sumsel : Sudah di Ingatkan Masalah Amdal  dan Tata Ruang

Sedangkan Ketua DPRD Provinsi Sumsel Anita Noeringhati, S.H., M.H menuturkan, hari ini pihaknya menerima audiensi DPD REI Sumsel yang merupakan wadah pengembang di Sumsel.

“Kita tahu di masa pandemi covid-19 ini merebak dimana mana, tidak hanya berdampak di dunia kesehatan tapi juga dirasakan juga di bidang property,” katanya.

“DPD REI pada audiensi menyampaikan beberapa hambatan yang dihadapi di masa pandemi ini. DPD REI Sumsel minta dukungan kepada DPRD Provinsi untuk membukakan sumbatan yang dihadapi REI Sumsel baik di perbankan ,termasuk di Kabupaten dan Kota untuk masalah fasilitas air dan lainnya.

“Kita lihat DPD REI harus dibantu. Apalagi masalah yang dihadapi untuk pengembang dalam penyediaan rumah sangat sederhana. Itu akan kita bantu,” tegas Anita.

Ketika ditanya apakah akan mengadakan rapat dengan Bapeda Kabupaten dan Kota untuk mengatasi masalah fasilitas air bersih dan jalan, Anita menuturkan, akan mengatur waktunya untuk melakukan rapat koordinasi. Termasuk rapat koordinasi dengan perbankan. “Ini perlu dilakukan untuk pemulihan ekonomi. Apalagi DPD REI Sumsel berharap pemulihan ekonomi di tahun 2021. Jadi nanti kita panggil pihak dari Perbankan, termasuk Bapeda Kabupaten dan Kota. Kita ingin melihat pembangunan di Sumsel terkoordinasi. Jadi akan segera kita tindaklanjuti,” katanya.#osk

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...