Home / Headline / Wakil Ketua MPR Yakin Jokowi Hanya Setor Satu Nama Calon Kapolri ke DPR

Wakil Ketua MPR Yakin Jokowi Hanya Setor Satu Nama Calon Kapolri ke DPR

Jazilul Fawaid,

Jakarta, BP–Sejumlah nama jenderal bintang tiga masuk radar calon kuat Kapolri pengganti Jenderal Pol Idham Azis. Bahkan, nama-nama mereka diyakini saat ini sudah ada di kantong Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dari informasi yang beredar, di antara nama calon Kapolri antara lain Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar, Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, Kabaharkam Komjen Pol Agus Andrianto, dan Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo. Kendati begitu, Jokowi diyakini hanya akan menyetorkan satu nama ke DPR untuk dipilih sebagai Kapolri.
”Menyangkut nama, saya berkeyakinan hanya satu nama, pasti Presiden atau Kepolisian lebih senang kalau ditunjuk hanya satu nama daripada banyak nama,” ujar Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, Kamis (7/1).
Jazilul, anggota Komisi III DPR ini mengatakan, Jokowi pasti sudah mengantongi satu nama dari beberapa nama jenderal bintang tiga yang saat ni sudah beredar di publik. ”Ya nama-nama itulah kira-kira calon terkuat. Kalau ada sepuluh nama perwira, kemudian mengerucut menjadi lima, kemudian menjadi tiga nama, dan akhirnya hanya akan ada satu nama yang diserahkan ke DPR,” katanya.
Dikatakan Jazilul dari nama-nama kandidat masing-masing memiliki track record dan prestasi untuk dipilih dan duduk menjadi Kapolri. “Kalau dari sisi kepangkatan sudah cukup. Kalau dari sisi track record dan prestasi tergantung Presiden memilih mana di antara perwira itu dianggap layak duduk sebagai Kapolri. Semua punya prestasi bagus, tinggal Presiden, ya tentu ada kecocokan dengan Presiden karena Kapolri harus bisa mendukung kebijakan Presiden,” katanya.
Dikatakan, nama yang dipilih Jokowi kemungkinan bakal diserahkan ke DPR pekan depan, menyesuaikan dengan jadwal DPR yang kembali aktif 11 Januari 2021.
Menurut dia, sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia, Presiden memiliki kewenangan mengangkat dan memberhentikan Kapolri. Mengusulkan nama calon Kapolri ke DPR, Presiden diberikan pertimbangan oleh Kompolnas.
”Kewenangan Presiden mengusulkan nama kepada DPR disertai dengan alasannya. Tentu tidak boleh keluar dari koridor Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian. Misalnya harus perwira aktif dan di situ tidak disebutkan jumlahnya 1 atau 2 atau 5 orang, itu tergantung Presiden,” katanya.#duk

x

Jangan Lewatkan

Pasar Kertapati Heboh Dengan Malbi Sirah

Palembang, BP Pagi yang semulanya biasa-biasa seperti keadaan pasar pada biasanya di pasar Kertapati menjadi heboh saat kedatangan Sirah (Nasi ...