Ultimate magazine theme for WordPress.

Ketua DPD RI Minta Kepala Daerah Belanjakan Dana

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

Jakarta,BP–Fakta mengejutkan terkait pengendapan dana pemerintah daerah (pemda) membuktikan kepala daerah belum mampu merealisasikan belanja agar terserap masyarakat. Dana pemda yang masih terparkir di bank cukup fantastis. Hingga November 2020, Pemda masih memiliki dana di perbankan Rp218,6 triliun.
Tentu menjadi perhatian khusus dari Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Ia memberikan warning kepada kepala daerah untuk melakukan serapan anggaran kepada masyarakat.
“Saya mengingatkan kepala daerah agar segera melakukan serapan anggaran atau belanja daerah terkait penanganan Covid-19 agar segera teratasi dan belanja untuk penggerak ekonomi,” kata LaNyalla di Jakarta, Kamis (7/1).
Pengendapan dari realiasi APBN Tahun Anggaran 2020 tersebut menurut LaNyalla menjadi sinyal penanggulangan Covid-19 tidak berjalan dengan baik. Termasuk program pemulihan ekonomi.
“Saya ingatkan agar kepala daerah lebih bijak bertindak dengan memerhatikan masyarakat yang membutuhkan. Segera lakukan serapan anggaran, lakukan belanja daerah,”tegas LaNyalla.
Dia meminta kepada kepala daerah tidak mencari aman dengan mengendapkan dana di bank. “Kita berharap kepala daerah memiliki komitmen dan kepedulian agar dana tersebut direalisasikan untuk pemulihan ekonomi menjaga tingkat inflasi dan daya beli masyarakat,” harap dia.
Tindakan kepala daerah tersebut kata dia, bisa saja berurusan dengan hukum sebagaimana sudah disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron pernah menyampaikan bahwa sepanjang pengendapan dana itu disengaja untuk kemudian mendapat keuntungan tertentu, itu bagian dari tindak pidana korupsi. Jadi harus hati-hati,” katanya mengingatkan.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan pemerintah daerah mengendapkan dana Rp218,6 triliun di perbankan per November 2020. Jumlahnya turun Rp28,8 triliun atau 11,66 persen dari Oktober 2020 yang Rp238,8 triliun. “Sampai November 2020 lalu pemda masih memiliki Rp218,6 triliun.
Sebuah angka luar biasa besar,” ucap Sri Mulyani: Realisasi Pelaksanaan APBN TA 2020..#duk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...