Di Tingkat Kabupaten, Bupati PALI Pertama Akan Disuntik Vaksin

3

PALI, BP–Sekretaris Daerah (Sekda) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Syahron Nazil menyatakan bahwa pemberian vaksin sinovac anti Covid-19 direncanakan bakal dilaksanakan di seluruh Indonesia pada pertengahan bulan Januari 2021 ini. Dan di Kabupaten PALI, orang pertama yang akan divaksin adalah Bupati PALI.

“Sesuai arahan Pemerintah Pusat bahwa rencananya vaksinasi covid-19 akan dilaksanakan serentak. Ditingkat pusat, orang pertama divaksin adalah presiden. Kemudian ditingkat provinsi adalah Gubernur dan ditingkat Kabupaten adalah bupati, termasuk di PALI ini,” ungkap Sekda, Kamis (7/1/21).

Diakui Sekda, saat ini PALI belum menerima vaksin dari pemerintah pusat, namun untuk jumlah vaksin yang akan diterima PALI tahap awal berjumlah 1.328 vaksin.

“Vaksin yang akan diterima pada tahap awal ini diprioritaskan untuk tenaga kesehatan, TNI dan Polri. Mekanismenya masih menunggu petunjuk pemerintah pusat,” jelas Sekda.

Dalam pencegahan penyebISPA, covid-19, Sekda menyebutkan bahwa Pemkab PALI melalui Satgas covid-19 mendirikan posko di sejumlah titik pintu masuk.

“Hari ini mulai aktif. Fungsinya lebih mengedepankan penegakan yustisi. Posko akan siaga selama 24 jam, apabila menerima laporan adanya pelanggaran protokol kesehatan, maka satgas akan langsung turun dan menindak. Begitu juga ketika ada kendaraan yang dicurigai, kita akan periksa dalam hal penerapan prokesnya. Tetapi tidak seperti tahun lalu yang memeriksa seluruh kendaraan yang masuk, namun secara random,” terangnya.

Terpisah, juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten PALI, dr. Zamir Alvi menjelaskan bahwa ada 14 kriteria yang tidak bisa disuntik vaksin.

“Diantaranya tidak pernah terkonfirmasi menderita covid-19, ibu hamil dan menyusui, penderita penyakit pemberat homorbit, seperti sakit jantung, hipertensi, diabetes, penderita reumatik autoimun, sindroma lupus, asma, penderita HIV, penderita ISPA, penderita ginjal dan sedang melakukan terapi panjang terhadap kelainan darah,” kata dr. Zamir.

Sehingga, untuk yang bakal disuntik vaksin adalah warga yang benar-benar kondisinya fit dan sehat. “Untuk saat ini jumlah vaksin di PALI terbatas, makanya tahap pertama yang disuntik vaksin adalah tenaga kesehatan kemudian petugas pelayanan publik. Saya harapkan juga kepada masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan meski vaksin sudah ada,” tutupnya.#hab