Pemerintah Hentikan Kegiatan FPI, Kapolda Sumsel Peringatkan , Patuhi dan Taati SKB  3 Menteri

3

BP/IST
Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel)  Irjen Pol.Prof Dr Eko Indra Heri,S MM

Palembang, BP

Pemerintah melalui Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD resmi menghentikan kegiatan Front Pembela Islam (FPI), Rabu (30/12).

Sebelumnya diketahui Surat Keterangan Terdaftar (SKT) untuk ormas FPI berakhir pada 20 Juni 2019. FPI diketahui belum dapat memenuhi persyaratan SKT tersebut.

Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel)  Irjen Pol.Prof Dr Eko Indra Heri,S MM memperingatkan kepada seluruh komponen masyarakat Sumatera Selatan agar dapat mematuhi dan mentaati isi SKB 3 (tiga) Menteri tersebut guna menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca:  Ketua DPRD Sumsel Ingin Maksimalkan Peran DPRD

“Dan jangan terpancing dengan adanya isu – isu yg dihembuskan oleh oknum yg akan memecah belah persatuan dan kesatuan serta akan bertindak tegas terhadap siapapun yang melanggarnya,: kata Jenderal Eko Indra Heri, Rabu (31/12).

Sebelumnya Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengumumkan penghentian segala kegiatan Front Pembela Islam (FPI).

Baca:  DPRD Sumsel Berharap Pembangunan Kantor Gubernur Yang Baru Tanpa Menggunakan Dana APBD

Hal itu diungkapkan Mahfud MD dalam konferensi pers, Rabu (30/12).

“Bahwa FPI sejak 21 Juni 2019 secara de jure telah bubar sebagai ormas, tetapi sebagai organisasi, FPI tetap melakukan aktivitas yang melanggar ketertiban dan keamanan yang melanggar hukum,” ungkap Mahfud MD .#osk