Home / Headline / Pemkot Palembang Warning Manajemen WED, 15 Januari Sudah Lengkapi Perizinan

Pemkot Palembang Warning Manajemen WED, 15 Januari Sudah Lengkapi Perizinan

BP/IST
Asisten I Pemkot Palembang, Drs Faizal AR memimpin rapat penyampaian aspirasi, terkait keberatan masyarakat atas keberadaan WED salah satu tempat makan yang diduga alih fungsi menjadi tempat hiburan malam di ruang rapat Parameswara, Senin (28/12).

Palembang, BP

Asisten I Pemkot Palembang, Drs Faizal AR memimpin rapat penyampaian aspirasi, terkait keberatan masyarakat atas keberadaan WED salah satu tempat makan yang diduga alih fungsi menjadi tempat hiburan malam di ruang rapat Parameswara, Senin (28/12).

Dalam rapat tersebut dihadirkan Ketua Pemuda Demokrat Indonesia Provinsi Sumsel, H Eftiyani,SH sebagai pelapor.
Rapat  juga menghadirkan sejumlah OPD terkait di lingkungan Pemkot Palembang tersebut.
Sayangnya, rapat yang dimulai pada pukul 10.00 ini tertutup bagi wartawan.
Dalam rapat tersebut asisten 1 Pemkot Palembang, Drs Faizal AR yang memberikan batas waktu hingga 15 Januari 2021 mendatang kepada manajemen WED untuk melengkapi perizinannya.
“Inti rapat tersebut kita ingin mengkonfrontir pengaduan dari masyarakat dalam hal ini Pak Eftiyani selaku ketua Pemuda Demokrat Indonesia Sumsel. Kita kumpulkan OPD terkait dan di dengarkan satu persatu penjelasan mereka tadi,” kata  Faizal .
Dijelaskan Faizal, pihaknya menjembatani antara kedua belah pihak, baik pihak pengadu maupun pengusaha. Hasilnya, memang diketahui ada beberapa perizinan yang dikeluarkan Dinas Pariwisata dan ada izin yang belum dibuat, selain pihaknya memintakan pengelola agar membuat kedap suara supaya jangan sampai mengganggu lingkungan sekitar.
“Kita akomodir kedua-duanya dicarikan solusi yang terbaik,” kata Faizal.
Sedangkan Eftiyani usai rapat menyampaikan beberapa waktu yang lalu pihaknya menyerahkan pengaduan terkait indikasi pelanggaran dan izin operasional dari usaha tempat makan WED.
Disampaikan Efti, dari hasil rapat tadi terungkap sejumlah OPD mengakui tempat makan tersebut tidak mengantongi beberapa izin yang disyaratkan.
 “Yang ingin kami pertanyakan kenapa izin awalnya restoran tapi seiring berjalan waktu kenapa justru beralih fungsi menjadi tempat hiburan malam. Yang menjual minumal berakohol berkadar diatas 43 persen,” kata  Eftiyani yang berharap Pemkot Palembang dapat hadirdi tengah masyarakat untuk mengatasi permasalahan ini.#osk
x

Jangan Lewatkan

Ketua MPR Kirim Relawan 4 Pilar Bantu Korban Bencana di Kalsel dan Sulbar

Jakarta, BP–Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bsmsoet) menyalurkan donasi Rp 50 juta sekaligus melepas Relawan 4 Pilar Tanggap Bencana, untuk ...