Dr Ak Gani dan Maria Ulfah Berpacaran? Rushdy Hoesein: “Malah Berkali-Kali Ada Poto Mereka Berdua”

5

BP/IST
Webinar series “ Legacy Of  AK Gani, Minggu (27/12) yang digelar Museum Pahlawan Nasional Dr Ak Gani bersama Indonesia Hidden Heritage (IHH)

Palembang, BP

Pahlawan nasional asal Sumatera Selatan (Sumsel) Dr AK Gani saat menjadi mahasiswa di Jakarta pernah berpacaran dengan  Menteri Perempuan era Presiden Soekarno Maria Ulfah.

Dalam blog “Sejarah Kita” milik sejarawan nasional Rushdy Hoesein membenarkan hal tersebut.

“Rupanya mereka sempat pacaran tapi jodoh rupanya tidak pernah berlanjut. Selanjutnya sebagai dua sahabat berlangsung terus sampai akhir hayat. Ayah Maria Ulfah (Mochamad Achmad) adalah Bupati Kuningan saat itu. Bukan hal aneh kalau atas pengalaman Maria dan Gani, usul untuk perundingan Indonesia-Belanda dilakukan di Linggarjati sebuah tempat wisata di Kuningan Jawa Barat. Sebagai orang yang serba bisa, dan pandai ber bisnis, AK Gani pernah mendirikan Perusahaan Penerbangan Pioneer dengan logo Banteng bersayap. Rupanya Gani tetap setia pada partainya, Partai Nasionalis Indonesia,” sebut Rushdy dalam blognya.

Dalam  webinar series “ Legacy Of  AK Gani, Minggu (27/12) yang digelar Museum Pahlawan Nasional Dr Ak Gani bersama Indonesia Hidden Heritage (IHH) Rushdy Hoesein kembali menegaskan hubungan spesial antara Dr Ak Gani dan Maria Ulfah.

Baca:  AK Gani Pejuang dan Aktor Film Indonesia

“ Itu masih bentuknya gosip-gosip tapi bukti-bukti itu ada  saat itu , malah berkali-kali ada poto mereka berdua,” kata Rushdy Hoesein.

Dalam perjanjian Linggarjati menurut Rushdy Hoesein memiliki peran yang penting dan masuk dalam bukunya Terobosan Sukarno dalam perundingan Linggarjati dan disertasinya.

Menurutnya Presiden Soakarno dalam perjanjian Linggarjati diundang Ketua Delegasi Belanda ke Linggarjati.

“ Ada yang berpandangan kalau perjanjian Linggarjati banyak peran Syahrir (ketua Delegasi Indonesia di Linggarjati) tapi ternyata  peran terbanyak ada di Soekarno,” jelasnya.

Termasuk di pilihnya  perjanjian Linggarjati di daerah Kuningan karena ayah Maria Ulfah adalah bupati Kuningan.

Menurutnya  terkait soal salah satu pasal mengenai Republik Indonesia Serikat (RIS) adalah negara merdeka atau RIS adalah negara yang berdaulat yang masih perdebatan Belanda dan Indonesia dan sempat terjadi kebuntuan.

Akhirnya menjadi RIS adalah negara merdeka dan berdaulat , akhirnya atas persetujuan Soekarno perjanjian Linggarjati selesai dan Belanda tidak mempermasalahkan kata-kata merdeka dan berdaulat tersebut.

Baca:  Mengenal dr Ak Gani Melalui Geliat Puisi

“ Malam itu pasti Soekarno meminta pendapat Dr Ak Gani , karena malah itu hanya ada AK Gani, Amir Syarifuddin yang bukan anggota delegasi Indonesia , saya tahu Ak Gani dekat dengan Soekarno,” katanya.

Dia juga melihat sosok Ak Gani adalah sosok yang famous juga ikut berperan di Konfrensi Havana dan sempat mendirikan perusahaan penerbangan “Banteng Terbang “ dan sempat berkerjasama dengan perusahaan penerbangan Amerika Serikat.

“ Saya ada film dan poto-potonya,” katanya.

Sebelumnya , Adenan Kapau Gani yang Bernama Lengkap Dr. Adenan Kapau Gani (lahir di Palembayan, Agam, Sumatera Barat, 16 September 1905 – meninggal di Palembang, Sumatera Selatan, 23 Desember 1968 pada umur 63 tahun). Dr AK Gani adalah seorang dokter yang pernah melakukan kegiatan medis dalam profesinya. Setelah Lulus dari STOVIA aktif didunia politik (anggota PNI) bahkan pernah main film.

Baca:  Hanya Dr AK Gani, Gubernur Sumsel Pertama Yang Usianya Muda

Setelah Indonesia merdeka ditunjuk untuk membentuk kesatuan militer di Sumatera, kemudian menjadi Gubernur Militer Sumatera Selatan pada periode revolusi fisik saat Agresi Militer Belanda I dan juga pernah menjadi anggota delegasi Perundingan Linggarjati pada tahun 1946.

Di Pemerintahan Republik Indonesia, beberapa kali Gani menduduki kursi menteri. Debut Gani bermula di Masa Kabinet Sjahrir III sebagai Menteri Kemakmuran. Pada masa pemerintahan Amir Sjarifuddin (3 Juli 1947 – 29 Januari 1948), ia menjabat sebagai wakil Perdana Menteri merangkap sebagai Menteri Kemakmuran.

Setelah tahun 50-an sekali lagi AK Gani diangkat sebagai Menteri yaitu Menteri Perhubungan. Dia pun pernah menjadi anggota parlemen dan pernah pula menjabat sebagai anggota Konstituante Indonesia ketika lembaga ini pertama kali didirikan. Pada tanggal 9 November 2007, almarhum Mayjen TNI Gani dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.#osk