Ultimate magazine theme for WordPress.

Bamsoet Harap Kerja Sama Indonesia-Maroko Terus Ditingkatkan

Ketua MPR Bambang Soesatyo saat menerima kunjungan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, H.E. Mr. Ouadia Benabdellah, di Bali, Minggu (27/12).

Bali, BP–Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menekankan hubungan bilateral Indonesia-Maroko dalam bidang politik terjalin sangat baik, merupakan modal besar bagi kedua negara untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Sebagai sahabat, Indonesia ingin berpartisipasi dalam berbagai program pembangunan yang sedang gencar dilakukan pemerintah Maroko.
“BUMN Indonesia, sebagaimana disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia saat menerima Menteri Luar Negeri Maroko pada Oktober 2019 ingin berpartisipasi pada proyek pembangunan infrastruktur di Maroko. Seperti jalan dan jembatan, proyek rel kereta api dan perumahan. Kita berharap Pemerintah Maroko dapat memberikan berbagai kemudahan,” ujar Bamsoet saat menerima kunjungan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, H.E. Mr. Ouadia Benabdellah, di Bali, Minggu (27/12).
Dikatakan, Indonesia terus berbenah diri untuk menjadi pusat produsen halal dunia. Karenanya, kerjasama ekonomi dengan negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) terus digencarkan, termasuk Maroko.
“Lima puluh tujuh negara anggota OKI, termasuk Maroko, merupakan pasar yang luar biasa besar. Total populasi muslim mencapai 1,86 miliar jiwa atau sekitar 24,1 persen dari total populasi dunia. Kementerian Perdagangan mencatat, pada periode Januari-Agustus 2020, kinerja neraca perdagangan Indonesia dengan negara negara OKI menunjukan performa positif dengan mencatatkan surplus sebesar USD 2,46 miliar. Pada periode tersebut, Indonesia mampu ekspor ke negara anggota OKI sebesar USD12,43 miliar. Dari nilai ekspor tersebut, tiga produk yang tertinggi adalah minyak kelapa sawit (23,88 persen), batu bara (9,56 persen), dan bagian kendaraan bermotor (3,95 persen),” jelas mantan Ketua DPR RI tersebut.
Bamsoet juga mendorong Maroko meningkatkan investasi di Indonesia, terutama bidang pariwisata maupun industri motor sport.
“Sejak 2016, Maroko menjadi salah satu tuan rumah Formula E. Di tahun 2021, mereka sempat dilirik FIA untuk menjadi tuan rumah F1. Pengalaman Maroko mengggelar kejuaraan motorsport berskala dunia memang tidak terlalu banyak, namun bukan berarti kita tak bisa bekerjasama. Mereka punya pengalaman, tidak ada salahnya Indonesia belajar dari Maroko,” papar Bamsoet.#duk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...