Wakil Ketua MPR: Alquran Membuat Kita Bercahaya

13

Jember, BP–Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid SQ meresmikan Rumah Tahfidz Alquran Ebqory di Kota Jember, Jawa Timur, Senin (21/12). Peresmian Rumah Tahfidz Alquran yang didirikan Amin Fadlillah SQ MA tersebut dilakukan bersamaan dengan Temu Tokoh Kebangsaan.
Gus Jazil- sapaan akrab Jazilul Fawaid-mengatakan, rumah-rumah tahfid itu selalu menyala di mana-mana, termasuk di Jember. “Saya senang sebagai orang yang punya gelar sarjana Alquran, itu gelar yang berat dan harus kita pertanggungjawabkan,” ujar Jazilul.
Karena itu, dia merasa senang dan tersanjung bisa hadir meresmikan rumah tahfiz sebagai tempat penghafal Alquran. “Saya tahu bahwa pendirian rumah tahfiz itu bagian dari cara menghidupkan cahaya di antara kita supaya di antara kita sering menyinari, saling memberikan cahaya tanpa membuat mata kita tertutup karena cahaya yang terlalu terang,” tuturnya.
Jazil mengingatkan kepada para santri yang sedang belajar menghafal Alquran untuk tidak pernah menganggap paling bercahaya atau paling terang. “Alquran itu cahayanya tidak menutup yang lain, semakin kita dekat semakin kita kelihatan, itu Alquran,”jelasnya.
Menurut Jazil, Alquran sebagai pedoman kehidupan akan menjadi penjaga buat mereka yang membaca atau menghafalkannya.
“Jadi jangan dikira bahwa Anda ini menjaga Alquran, tapi Alquran yang akan menjaga Anda. Jangan pernah mengatakan saya sudah lancar, mungkin itu sekarang bisa 2 hari kalau Anda sombong (hafalan) hilang juga,” katanya.
Menurutnya, apapun yang bersentuhan dengan Al Quran akan menjadi mulia. “Tanah mana yang paling mulia? Tanah yang paling mulia adalah tanah yang disitu diturunkan Alquran. Nabi mana yang paling mulia? Nabi yang disitu menerima Alquran. Malaikat mana yang paling mulia? Malaikat yang membawa (wahyu) Alquran,” tuturnya.
Sebagai Wakil Ketua MPR, Jazil menegaskan tidak ada satupun ayat Alquran yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
“Alquran itu sempurna dan melingkupi semua. Dia tidak akan pernah terputus oleh zaman makanya jangan dibanding-bandingkan Pancasila sama Alquran lebih bagus mana ya tak sebanding. Kalau ada yang membandingkan dengan Undang-Undang Dasar, itu penyesatan itu, membandingkan dengan cara yang salah,” katanya.
Karena itu, Jazil yang juga Ketua Ikatan Keluarga Alumni Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta itu berpesan agar para santri selalu membaca Alquran dengan sebaik-baiknya dan juga mempelajari maknanya.#duk