Ketahanan Energi Indonesia di Uji : Kasus Covid-19  Naik, Harga Minyak Dunia Anjlok

6

BP/IST
Suasana  webinar dan Kompetisi Karya Jurnalistik bertema “Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Saat Pandemi ” yang diselenggarakan oleh Medco E&P Indonesia (Medco E&P) dan SKK Migas Sumbagsel bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan (Sumsel) , Senin (14/12).

Palembang, BP

Ketahanan  energi di Indonesia terutama di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini tengah di uji dengan kenaikan  kasus pandemi covid-19 , berdasarkan data kasus Covid-19 di Indonesia mengutip dari gugus tugas Covid-19 , pada Senin (21/12) sore untuk Provinsi Sumsel jumlah pasien Positif Covid -19 mencapai :10913 orang , pasien sembuh mencapai 8844 orang dan  yang meninggal dunia sebanyak 581 Orang.

Hal ini diperparah  anjloknya  harga minyak  dunia, Seperti dilansir Reuters , Harga minyak dunia turun pada Senin (30/11) jelang berlangsungnya pertemuan OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) dan negara-negara produsen minyak mentah lainnya.

Seperti , harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2021 turun 19 sen, atau sekitar 0,4 persen, menjadi US$45,34 per barel di New York Mercantile Exchange.

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember 2020 merosot 59 sen, atau sekitar 1,2 persen, menjadi US$47,59 per barel di London ICE Futures Exchange. Kontrak minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember 2020 berakhir pada Senin.

“Ini sempat menganggu operasi kita di lapangan,” kata General Manajer PT Medco E&P Indonesia Zulkifli  saat  webinar dan Kompetisi Karya Jurnalistik bertema “Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Saat Pandemi ” yang diselenggarakan oleh  Medco E&P Indonesia (Medco E&P) dan SKK Migas Sumbagsel  bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan (Sumsel) , Senin (14/12).

Baca:  SKK Migas-PHE Jambi Merang CegahCovid 19 di Sekitar Wilayah Operasi

Ditengah kondisi tidak menentu tersebut dia tetap memastikan ketersediaan energi di Indonesia harus tetap ada .

“Itu tidak mengurangi semangat pihaknya untuk terus  berkerja dengan protokol yang sangat ketat dengan pengurangan aktivitas,” ujarnya.

Pastinya, menurut Zulkipli, Medco memastikan tahapan-tahapan protokol kesehatan  bukan hanya saat berkerja malahan jauh sebelum  belum berkerja sudah ada fase karantina  untuk memastikan semua sesuai protokol kesehatan.

“Jika banyak karyawan kita terganggu kesehatannya, tentu operasi kita akan terganggu,” ungkapnya.

Hal senada dikemukakan VP Relations & Security Medco E&P, Drajat Iman Panjawi , menurutnya menjalankan migas dengan permasalahan tehnis  dengan biaya dan resiko yang tinggi di tambah  pandemi covid-19 bukan pekerjaan yang mudah.

“Ini benar-benar membuat kami sakit kepala , bagaimana tidak karyawan yang harus masuk kerja harus di “skrining”  ketat ,” keluhnya.

Pihaknya tidak ingin karyawannya terinfeksi sehingga produksi migas terganggu.

“Ini memang benar-benar situasi yang “challenging” bukan kita harus stop tapi terus memproduksi migas, karena  ada target yang diberikan SKK Migas  dan negara  dan kami harus berkerja kerja memenuhi target itu  jangan sampai ada infeksi covid-19 ,  jangan ada masalah safety atau kecelakaan kerja dan lain-lain,” katanya.

Senada dikemukakan Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Adiyanto Agus Handoyo , menurutnya komitmen untuk menjaga ketahanan energi di masa pandemi covid-19 memang tidak mudah ,  semua berdampak pandemi.

Baca:  Konsisten Memerangi Covid-19, SKK Migas – KKKS Sumsel Kembali Salurkan Bantuan

“SKK Migas bersama KKKS berkomitmen untuk menjaga produksi nasional. Kita sudah tahu bahwa saat ini sedang defisit kebutuhan energi dan yang diminta untuk senantiasa menjaga agar kita dapat bebas dari gap tersebut

Walaupun dia mengakui sektor migas  di Indonesia mungkin tidak terlalu besar  dari sisi  kontribusi untuk pencapaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya  17 persen namun energi  ini menurutnya bisa membawa multi “player effect” menurutnya bagi negara.

Dikatakannya, SKK Migas dan Medco E&P terus bekerja secara optimal untuk menjaga ketersediaan energi dengan menerapkan protokol kesehatan (protokes) yang ketat.

Sedangkan Asisten II Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)  diwakili Kabag Ekonomi dan Pembangunan Pemkab PALI, Junaidi Nurdin , melihat migas merupakan potensi vital untuk  pendapatan negara yang imbasnya untuk kesejahteraan masyarakat melalui DBH untuk pembangunan daerah di segala sektor terutama di Kabupaten PALI untuk pembangunan infastrutur jalan, jembatan, gedung , pendidikan dan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Namun baik Zulkifli, Drajat Iman Panjawi dan Adiyanto Agus Handoyo sepakat peran media sangat penting dalam menunjang operasional migas  seperti medco terutama dalam kondisi saat ini dimana publik harus diberikan informasi berimbang  mengenai kegiatan migas baik .

Baca:  2 dari 7 Blok Migas di Sumsel Siap Dikelola

“Ketahanan  energi nasional ini menjadi catatan media  untuk mengawal  apa yang menjadi tugas negara, tugas bangsa  karena ditengah covid 19 ini  saya pikir peran media sangat penting dan strategis untuk mendorong , mengawal dan menjaga peran skenholder terutama SKK Migas dan Medco  untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional ,” kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel Firdaus Komar.

Tugas penting yang dilakukan media ini menurut Firdaus, jangan sampai terjadi mis komunikasi, dis orientasi  apalagi sampai memberitakan yang hoaks berkaitan pencapaian apa dilakukan SKK Migas dan Medco sendiri.

Terakhir, Deputy Direktur pemberitaan Media Indonesia yang juga wartawan senior Media Indonesia, Ade Alawi justru  menilai peran media sosial (medsos) tidak bisa ditolak di era saat ini, medsos menurutnya bukan ancaman bagi media konvensional tapi tantangan, justru kehadiran new media ini dapat memperluas jangkauan usaha media itu sendiri.

Ade memaparkan beberapa strategi untuk tetap bertahan bagi kalangan media , diantaranya terus berupaya mengembalikan kepercayaan publik terhadap media konvensional, perbaiki dan buat konten menarik, ciptakan revinew, berkolaborasi disemua platform Medsos agar lebih memudahkan masyarakat mengakses konten media.

Menurutnya, kondisi media konvensional (media berbahan baku kertas) semakin tergerus di tengah gelombang disrupsi akibat kelahiran new media (digital, interactive, hypertextual, virtual, networked, dan simulator). (Dudy Oskandar)