Ultimate magazine theme for WordPress.

Berkat Pelatihan PT Medco E&P , Susanti Ria  Bisa Jahit Berbagai Jenis Pakaian

BP/IST
 Suasana pelatihan menjahit dari pihak Medco kepada kelompok penjahit Sandi Busana

Palembang, BP

Susanti Ria, warga  Dusun lima , Desa Bangun Sari, Kecamatan Gunung Megang , Muaraenim tidak menyangka kalau usaha jahitnya kini bisa sukses dan bisa menjahit berbagai jenis pakaian.

Kehadiran PT Medco E&P melalui  Program CSR (Corporate Sosiality Responsiblity) yang digelontorkan ternyata  mampu mengubah kehidupannya kini jauh lebih baik.

Ketua kelompok penjahit Sandi Busana  ini mengisahkan sebelum di bantu pihak Medco , dirinya hanya bisa menjahit saja dan belum bisa membuat pola.

“Sekarang sudah bisa membuat pola  , dari tahun 2016  saya ikut pelatihan yang diadakan pelatihan dari PT Medco Dan tahun 2017 ikut pelatihan tingkat dasar selama 52 hari dan tahun 2018 ikut pelatihan tingkat mahir .Saya bisa menjahit berbagai pakaian  seperti baju PDH, baju gamis dan baju anak-anak  dan lain-lain .”katanya, Selasa (22/12).

Dia berharap PT medco dan pemerintah daerah bisa mendukungnya  agar  usahanya bisa lebih maju lagi dan bisa berguna bagi masyarakat

Hal senada dikemukakan Peternak madu Bustam warga Desa Aur Duri,Kecamatan Rambang Dangku , Kabupaten Muaraenim mengakui, sejak tahun 2001  dia sudah mengelola usaha madu tapi belum menghasilkan tapi semenjak ada pembinaan dari PT Medco tahun 2016, sampai sekarang usahanya maju pesat

“Dengan adanya pelatihan  membuat kotak , termasuk gudang lengkaplah dari PT medco. Apalagi produksi sekarang ini jumlahnya ada  hampir 6 kuintal  hasil panen kelompok  kami, alhamdulilah sudah merasa agak sukses,” katanya sembari berharap terus ada kerjasama dengan PT Medco dan terus ditingkatkan.

Hal senada dikemukakan Peternak Lele Sangkuriang Mutiara , Ardiansyah  Ketua Kelompok Karya Sejati, Kecamatan Aur Duri, Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muaraenim yang bantu pihak Medco dengan bantuan bibit dan pakan.

“ Kami mengadakan pertemuan satu kali satu minggu itu dibina cara memelihara lele supaya lele tidak banyak mati kami di kasih tahu diberikan obat dan vitamin karena kami ada pembinaan PT Medco bibit  yang mati hanya 10 persen saja. Kami ada 7 kelompok yang aktif  kolam ada enam , kalau selama ini menggunakan velet,” katanya.

Dengan pembinaan dari Medco diakuinya , dia bisa beralih ke pakan  alternatif organik  lele ini sehingga mengurangi beban biaya produksi lele.

Sedangkan Offifer CSR PT Medco E&P Indonesia Robby Wijaya menegaskan, perusahaannya banyak berperan dalam membantu dan memberdayakan masyarakat sejak awal pandemi COVID-19 hingga saat ini. PT Medco E&P Indonesia yang merupakan anak perusahaan PT Medco Energi Internasional Tbk, sejak 1980 berkomitmen untuk menyediakan energi bagi masyarakat. PT Medco E&P sebagai kontraktor kontrak kerja sama di Indonesia, terus memberdayakan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mengoperasikan 13 wilayah kerja yang terbentang dari Aceh hingga Sulawesi.

“Prinsip kerja Medco, profesional, etis, terbuka, dan inovatif,”  kata Robby Wijaya.

Dalam memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasi, lanjut Robby, Medco senantiasa menjunjung kearifan lokal untuk memberikan nilai tambah pemanfaatan sumber daya alam dan kelestarian lingkungan. #(Dudy Oskandar)

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...