Kasus Dugaan Gratifikasi Suap Casis Bintara Polri Tahun 2016, AKBP Edya Kurnia Disidang

12

BP/IST
Sidang perdana AKBP Edya Kurnia (52) yang diduga terjerat penerimaan suap dalam gratifikasi penerimaan Calon Siswa (Casis) Bintara Polri Tahun Angkatan 2016 digelar di ruang sidang Pengadilan Tipikor klas 1 A Khusus, Senin (21/12).

Palembang, BP

Sidang perdana AKBP Edya Kurnia (52) yang diduga terjerat penerimaan suap dalam gratifikasi penerimaan Calon Siswa (Casis) Bintara Polri Tahun Angkatan 2016 digelar di ruang sidang Pengadilan Tipikor klas 1 A Khusus, Senin (21/12). 

Sidang yang dilaksanakan secara virtual ini dipimpin Hakim Ketua Abu Hanifah yang beragendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Kejari Palembang Dian Febrian.

JPU Dian dalam dakwaannya menilai terdakwa diduga melanggar ketentuan pasal 22 Undang-Undang RI No 21 Tahun 1999 jo RI 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan pasal 5 ayat (2) ayat (1) Undang-Undang RI No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana Korupsi.

Terdakwa telah melakukan atau turut serta melakukan dengan AKBP Syaiful Yahya S.Si. Apt dan Kombes Pol Soesilo Pradoto, M.Kes (masing-masing telah jadi terpidana), menerima hadiah atau janji berupa bagian uang dari para casis TA 2016.

Baca:  Tiga Paslon Bersaing Ketat Di Pilwako Palembang

Uang itu mereka terima melalui AKBP Syaiful Yahya sebesar Rp 2 Miliar dan janji pemberian uang antara Rp 5 Juta sampai dengan Rp 10 Juta dari setiap peserta sebanyak 317 calon Casis Bintara titipan dalam penerimaan Brigadir TA 2016 di Kepolisian Daerah Sumatera Selatan.

Dan kemudian, terdakwa menerima uang sejumlah Rp 543 Juta dari AKBP Deni Dharmapala yang tersimpan dalam rekening buku tabungan.

Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya.

Yaitu terdakwa mengetahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji berupa uang tersebut diberikan untuk meluluskan 100 orang titipan peserta seleksi penerimaan casis Bintara TA 2016 di Polda Sumatera Selatan yang dikumpulkan melalui AKBP Syaiful Yahya.

Baca:  Tujuh Kali Cabuli Remaja Pria, Kakek di Palembang Ditangkap

Dan 317 orang lainnya sebagaimana daftar titipan calon siswa casis Bintara TA 2016 dari AKBP Deni Dharmapala dalam tahap seleksi test Psikologi.

Hal tersebut bertentangan dengan kewajiban terdakwa selaku anggota Polri yang menjabat Kabag Psikologi ROSDM Kepolisian Daerah Sumatera Selatan.

Saat itu ia juga ditunjuk sebagai Ketua Tim Psikologi Panitia Seleksi Penerimaan Bintara Umum dan Bintara Penyidik Pembantu Polri TA 2016.

Diketahui, kasus gratifikasi yang terjadi tahun 2016 silam tersebut, juga menyeret dua petinggi kepolisian Polda Sumsel lainnya.

Baca:  Meriahnya, Anniversary Ika 92 SMP Negeri 27 Palembang Ke I

Mantan Kepala Bidang Dokter dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Purn Soesilo Pradoto dan AKBP Saiful Yahya yang pada tahun 2016 silam menjabat sebagai sekretaris panitia pemeriksaan kesehatan, kini telah divonis bersalah oleh majelis hakim pengadilan negeri Palembang.

Sidang putusan digelar di Pengadilan Tipikor Palembang dengan ketua majelis hakim Abu Hanis Abu Hanifah SH, MH, Kamis (23/7) lalu.

Keduanya divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta karena terbukti menerima uang suap dengan total sebesar Rp 6,5 miliar dalam penerimaan anggota brigadir Polri, bintara penyidik pembantu dan bintara umum pada tahun 2016 silam.#osk