Home / Headline / Balar Sumsel Survey Penemuan Situs Megalit di Dusun Sekayoen , Lahat

Balar Sumsel Survey Penemuan Situs Megalit di Dusun Sekayoen , Lahat

BP/(Sumber Poto:  Maryoto atau Mario Andramartik, Ketua Panoramic of Lahat sekaligus Staf Khusus Bupati Lahat Bidang Parekraf)
Balai Arkeologi (Balar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan survei atas laporan penemuan situs megalit di dusun Sekayoen desa Rindu Hati kecamatan Gumay Ulu kabupaten Lahat, Sabtu (19/12). Dimana temuan ini tanggal 28 November 2020 dilaporkan oleh pihak Panoramic of Lahat.

 

 

 

Palembang, BP

Balai Arkeologi (Balar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan survei atas laporan penemuan situs megalit di dusun Sekayoen, Desa Rindu Hati kecamatan Gumay Ulu kabupaten Lahat, Sabtu (19/12). Dimana temuan ini tanggal 28 November 2020 dilaporkan oleh pihak Panoramic of Lahat.

Kepala Balar Sumsel Drs. Budi Wiyana menugaskan 5 orang untuk melakukan survei yaitu Ismayati, SE, M.Si, Kristantina Indriastuti, SS, M. Nofrin Fahrozi, S.Ant, Frenty, SE dan Nike Indryani, Spd.

Tim dari Balai  Sumsel menuju lokasi situs megalit didampingi oleh Kepala Bidang Kebudayaan Bambang Aprianto dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, Maryoto atau Mario Andramartik, Ketua Panoramic of Lahat sekaligus Staf Khusus Bupati Bidang Parekraf, Yandi Satari anggota Panoramic of Lahat dan Suharsono warga desa Sumber Karya sebagai pemandu.

Temuan ini menambah jumlah situs megalit yang ditemukan di kabupaten Lahat menjadi 54 situs megalit dan makin mengukuhkan kabupaten Lahat sebagai “Negeri Seribu Megalit” dan sebagai pemilik Situs Megalit Terbanyak se Indonesia

Temuan arca menhir ini merupakan temuan terbaru dan sebelumya belum pernah terpublikasikan sama sekali.

Menurut Kepala Dinas (Kadis)  Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat melalui Kepada Bidang Kebudayaan yang langsung ikut dalam survei dan penemuan situs megalit terbaru di akhir tahun 2020, mengapresiasi atas respon cepat dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan yang langsung datang untuk menindaklanjuti laporan penemuan situs megalit pada tanggal 28 November 2020 lalu dan selanjutnya siap untuk bersinergi dalam penelitian situs-situs megalit yang ada di kabupaten Lahat agar nantinya situs megalit kabupaten Lahat dapat menjadi warisan budaya Indonesia bahkan warisan budaya dunia UNESCO.

“Menurut data dari Lembaga Kebudayaan dan Pariwisata Panoramic of Lahat yang telah mendata situs megalit di kawasan Pasemah (Lahat, Muara Enim, Empat Lawang dan Pagaralam) sejak 2009 bahwa situs megalit yang berada di kabupaten Lahat saat ini telah terdata sebanyak 53 situs megalit dan temuan hari ini menjadi situs megalit ke 54,” katanya.

Dia berharap dengan adanya temuan ini dan mungkin akan ada temuan lainnya akan menjadi perhatian dan kepedulian semua pihak seperti masyarakat sekitarnya situs megalit, pemerintah pusat, provinsi dan daerah, legislatif (anggota DPR) agar keberadaan situs megalit ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintah seperti warisan budaya lainnya.

Sebelumnya, perjalanan menuju situs megalit dengan kendaraan bermotor untuk mempersingkat waktu waktu harus melintasi jalan tanah yang sempit, terjal dan berliku. Beberapa kali sepeda motor harus berhenti karena menaiki tanjakan yang terjal dan menyeberangi jembatan gantung sungai selangis.

“Sesampainya di lokasi situs megalit dan melakukan pendataan kami mendapatkan info ketika ketemu warga dan kamipun melakukan penelusuran dan akhirnya kami berhasil menemukan arca menhir berupa manusia dengan tinggi 40 cm di perkebunan kopi. Arca menhir ini di apit batu di kanan dan kiri yang berbentuk batu bulat silendris. Arca menhir dan 2 batu silendris berada di gundukan tanah seperti punden berundak yang dikelilingi benteng batu,” katanya.

Menurut Nofrin Fahrozi,S.Ant peneliti dari Balar Sumsel yang berada di lokasi situs mengatakan arca menhir ini sangat menarik dan perlu kajian dan penelitian yang komprehensif.

Sedangkan  Kristantina Indriastuti, SS peneliti dari Balar Sumsel yang juga ikut survei menyebut arca menhir ini mirip yang di desa Tanjung Menang kecamatan Tanjung Tebat dan di lihat dari bentuknya lebih tua dari peninggalan arca megalit yang telah ditemukan sebelumnya juga temuan di lokasi ini mempunyai keunikan yang berbeda dibanding dengan temuan di lokasi megalit lainnya .

Adapun keunikan pertama adanya punden berundak yang belum pernah ditemukan sebelumnya kedua temuan arca menhir ketiga batu-batu tegak sebagai tanda kubur yang kemungkinan berjumlah ratusan keempat arca manusia yg tampak setengah badan. Kesimpulannya perlu penelitian lebih lanjut untuk melihat luasan lokasi situs dan jenis temuan yang berada di area situs juga sebaran temuan.#osk

 

x

Jangan Lewatkan

Pemprov Sumsel dan DPRD Sumsel Dinilai Tak Miliki  Langkah Kongkrit  Terkait Tingginya Covid-19

Palembang, BP Ketua  Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Toyeb Rakembang S.Ag  mengakui penanganann kasus ...