Kasus Penganiayaan Anak Di Bawah Umur AS, Polisi Minta Terlapor Koperatif

5

BP/IST
Rekaman CCTV  penganiayaan terhadap anak di bawah umur, dengan korban berinisal AS (4 ) pada Senin (14/12) pukul 17.00 di Jalan Lebak Jaya, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni Palembang

Palembang, BP

Terkait viralnya rekaman CCTV  penganiayaan terhadap anak di bawah umur, dengan korban berinisal AS (4 ) pada Senin (14/12) pukul 17.00 di Jalan Lebak Jaya, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni Palembang. Polisi kini masih terus menyelidiki kasus tersebut

Kasubnit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Palembang Ipda Pipin Sumailan menjelaskan anggotanya sudah beberapa kali mendatangi rumah terlapor RA namun terlapor tidak ada di rumah lagi .

Baca:  Pelaku Perampasan Motor Digebuk Massa

“Kami imbau kepada terlapor untuk kooperatif untuk menyelesaikan masalah hukum ini,” kata Ipda Pipin, Jumat (18/12).

Menurutnya , sudah empat hari ini korban dan ibunya mendatangi Polrestabes Palembang untuk dimintai keterangan.

“Bukti-bukti sudah cukup, ditambah keterangan dari saksi. Untuk pelaku sudah cukup buktinya untuk diteruskan laporannya,” katanya.

Pipin menjelaskan, pelaku melanggar pasal 80 undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman tiga tahun enam bulan.

Baca:  Pelaku Jambret Babak Belur Dihajar Warga

Sebelumnya balita berusia empat tahun bernisial AS menjadi korban penganiayaan oleh tetangganya berinisial RH.

Gara-garanya, AS dituduh telah merusak tanaman hias di pekarangan rumah.

AS yang mendapat penganiayaan mengalami memar di kepala dan wajah. Tidak hanya itu, balita itu kini mengalami trauma.

AN (32), ibu balita tersebut mengatakan,  RH memukuli korban tanpa ampun setelah menyebut AS merusak tanaman hias miliknya.

Baca:  Suami Mengamuk, Anak Jadi Korban

Tak berhenti sampai di situ, RH juga mengejar korban yang berlari ke rumah.

“Bahkan anak saya dikejar sampai rumah oleh RH ini,” kata AN.

Sesampainya di rumah korban di Kecamatan Kalidoni, AS terus-menerus menangis. Balita itu menjadi kerap ketakutan dan murung.

Ibu korban dan korban kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polrestabes Palembang.#osk