Ultimate magazine theme for WordPress.
BI

Protes Penahanan Rizieq Shihab, Massa Gebrak Datangi Mapolda Sumsel

BP/IST
Massa Gerakan Rakyat Anti Kezoliman (Gebrak) Sumsel dan Pencinta Rizieq Shihab menggelar Markas Polda Sumsel, Kamis (17/12) sekitar pukul 13.00 mulai berkumpul di depan Mapolda Sumsel dan terus bertambah.

Palembang, BP

Massa Gerakan Rakyat Anti Kezoliman (Gebrak) Sumsel dan Pencinta Rizieq Shihab menggelar Markas Polda Sumsel, Kamis (17/12) sekitar pukul 13.00 mulai berkumpul di depan Mapolda Sumsel dan terus bertambah.

Ratusan massa  tersebut memprotes penahanan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut.

Gema takbir dan selawat bergema di dekat pintu keluar samping Polda Sumsel, tempat massa dari FPI berkumpul.

Dalam aksi hari ini bertema 17.12, massa Gebrak Sumsel juga menuntut Polri segera membebaskan Rizieq Shihab yang ditahan di Polda Metro Jaya sejak beberapa waktu lalu. Rizieq ditahan dalam kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Massa menyampaikan empat tuntutan, yakni usut tuntas pembunuhan anggota Laskar FPI, menuntut pembebaskan Rizieq Shihab tanpa syarat, setop kriminalisasi ulama, dan terakhir setop diskriminasi umum.

Aparat kepolisian juga telah mengantisipasi dengan menutup empat arah menuju Polda Sumsel. Kepolisian memasang kawat berduri dan anggota dari Brigadir Mobil ditempatkan di masing-masing sisi untuk berjaga-jaga.

Aksi demonstrasi hari ini membuat aktivitas ekonomi menuju Polda Sumsel lumpuh, akibatnya terjadi kemacetan di sejumlah ruas jalan di kota Palembang lantaran penutupan sejumlah titik jalan protokol di Palembang.

Selain itu dua kios bensin dan satu pusat perbelanjaan elektronik pun harus tutup sementara waktu akibat penutupan jalan.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi mengatakan, bahwa aksi tersebut tidak mendapatkan izin karena memang saat ini Palembang masih zona merah.

“Untuk aksi itu mudah – mudahan tidak jadi karena sudah kita himbau juga, sudah kita sosialisasikan sesuai dengan aturan bahwa untuk sementara ini tidak boleh diadakan suatu kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan, ini demi kebaikan kita bersama karena Palembang saat ini masih zona merah” kata Supriadi.

Selanjutnya ia menambahkan bahwa Polda Sumsel tetap melakukan persiapan guna antisipasi jika memang aksi itu jadi dilaksanakan.

“Iya meskipun sudah kita imbau untuk membatalkan aksi yang dapat menimbulkan kerumunan itu, kita tetap melakukan persiapan dengan menyiapkan personil serta memasang kawat berduri, untuk dipahami kawan – kawan semua kita ini berusaha menekan angka penurunan penyebaran virus Covid 19 dengan meniadakan kerumunan. Yang kita jaga ini bukan polisinya tapi masyarakatnya,” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...