Home / Headline / Arah Dukungan Sumsel Di Muktamar PPP Ke-IX, Agus Sutikno:  “Sumsel Berpikir Jernih  dan Tidak Mau di Pihak Yang Kalah”

Arah Dukungan Sumsel Di Muktamar PPP Ke-IX, Agus Sutikno:  “Sumsel Berpikir Jernih  dan Tidak Mau di Pihak Yang Kalah”

 

 

BP/DUDY OSKANDAR
Ketua DPW PPP Sumsel Agus Sutikno didampingi Wakil Ketua Azhari As dan Sekretaris Rizal Kenedi di kantor DPW PPP Sumsel, Rabu (16/12).

Palembang, BP

KEMANA  arah dukungan 41 suara dari Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam Muktamar PPP Ke-IX yang akan dilaksanakan pada 18-21 Desember di Kota Makasar, Sulawesi Selatan masih menjadi tanda tanya.

Dua nama yang telah mendeklarasikan maju sebagai orang nomor satu partai berlambang Ka’bah itu dan dukungan keduanya kian menguat, yakni Suharso Monoarfa (Plt Ketua umum PPP)  dan Taj Yasin Maimoen (Wagub Jawa Tengah), setelah sebelumnya muncul lima nama yaitu Mardiono,  Suharso Monoarfa, Asrul Sani, Amir Uskara, Taj Yasin Maimoen.

“ Politik ini dinamis dan saya orang yang tidak pernah luput dari kegiatan DPP PPP , saya Ketua Forum  DPW PPP Se-Indonesia , sampai dengan hari ini sudah mengkristal Suharso Monoarfa dan Taj Yasin Maimoen, Sumsel tentu berpikir jernih  dan tidak mau di pihak yang kalah , maka amanah yang diberikan oleh  41 suara di dalam Rakorwil ke VIII itu saya pegang betul dan saya amanti betul pada  akhirnya nanti pleno pemilihan ketua umum DPP PPP , 41  suara akan kami salurkan melalui mekanisme  yang ditentukan dalam AD/ART kita,” kata Ketua DPW PPP Sumsel Agus Sutikno didampingi Wakil Ketua Azhari As dan Sekretaris Rizal Kenedi  ketika menggelar jumpa pers di kantor DPW PPP Sumsel, Rabu (16/12).

Agus juga  mengaku selama ini dirinya telah melakukan komunkasi dan berkeliling ke  seluruh 34 DPW PPP yang ada di seluruh Indonesia

“ Sumatera Selatan sudah melakukan rapat rakorcab, rapimcab, Mukercab di 17 DPC PPP ,  terakhir rakorwil VIII tanggal  10 Desember yang lalu , keputusannya Sumatera Selatan, 41  suara , 17  DPC, 1 DPW  satu suara dengan  keputusan Ketua DPW PPP  Sumatera Selatan, jadi bulat, dengan penekanan DPW PPP Sumsel menyampaikan kepada DPP PPP  untuk muktamar ini  menjadi titik balik kebangkitan PPP dan bukan mengulang konflik PPP 3,4 tahun yang lalu,” katanya.

Mantan anggota DPRD Sumsel ini yakin kalau tidak ada tsunami politik  maka   Muktamar kali ini akan mengantar  ke kepemimpinan smurt , tidak ada konflik.

“ Sikap Sumatera Selatan kali ini di Muktamar XI kompak satu suara, satu keputusan , 41 suara,” katanya.

Apalagi menurutnya di PPP tidak dikenal pemegang saham pengendali dan tidak dikenal pemegang saham tunggal maka sesuai AD/ART PPP menyebutkan untuk  calon Ketua Umum PPP dari kalangan internal dan tidak dikenal calon eksternal kecuali AD/ART PPP diubah.

“ Bagi saya di politik ini  , yang penting kita memainkan peranan dengan baik dan apa yang menjadi keputusan Sumatera Selatan itu tidak diganggu oleh pusat,  aman, yang penting bagi saya bagaimana membawa partai ini  eksis  ditingkat nasional , tidak harus  saya kemudian maju sebagai ketua umum tetapi ini politik andai saya nanti menduduki salah satu jabatan , saya mohon doa dan restunya saya tidak ada berandai-andai tapi andai nanti keputusannya seperti itu maka  tentunya terima kasih atas dorongan teman-teman  dari Sumatera Selatan ,” katanya.

Selain itu menurut Agus dalam , Muktamar PPP Ke-IX yang akan dilaksanakan pada 18-21 Desember di Kota Makasar, Sulawesi Selatan akan dilakukan secara terbatas melalui jalur virtual dengan dibagi 10 zona penyelenggara yaitu Palembang (Sumatera Selatan), Padang, Medan , Bogor, Banten ,  Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan, Maluku, dengan tetap mengedepankan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19.

“ Untuk Sumsel Mutamar dipusatkan di Hotel Novotel Palembang,” katanya.

Dari Hotel Novotel menurutnya dilakukan persidangan –persidangan yang direlay dari Makasar secara online, tapi tidak mengggunakan zoom meeting tapi menggunakan hallome.

“Itu provider yang handal dan selama ini di pakai untuk  sidang-sidang umum PBB,” katanya.

Muktamar kali ini menurut mantan Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumsel ini merupakan muktamar yang dipercepat dimana sesuai SK DPP PPP mestinya muktamar PPP dilakukan di tahun 2021 tetapi karena keputusan Mukernas  PPP V maka Muktamar PPP dipercepat setelah pelaksanaan  pilkada 9 Desember 2020, hal ini diperkuat dengan Rapimnas PPP tanggal 11 Desember 2020 tetap memperkuatkeputusan Muktamar PPP tetap dilaksanakan pada tanggal 18 -21 Desember.

Selain itu, sesuai AD/ART PPP, Muktamar akan membahas yaitu mengevaluasi kinerja DPP selama lima tahun kebelakang didalam forum pertanggungjawaban, penyusunan program lima tahun kedepan didalamnya ada keputusan rekomendasi partai baik bersifat internal dan eksternal, muktamar ini juga suksesi kepemimpinan DPP PPP .

“Dari jumlah 1260 muktamirin pemegang hak suara dipecah menjadi 10 zona termasuk Sumsel dengan rincian di Makasar sekitar 150 -200 orang sedangkan di 10 kota penyelenggara lain maksimal 100 orang termasuk didalamnya  zona III Sumsel bertempat di Palembang meliputi DPW Sumsel, DPW Bengkulu dan DPW Jambi.

Dengan rincian suara pemegang suara DPW PPP Sumsel 41 suara , DPW PPP Bengkulu  22 suara , DPW Jambi 28 suara,” kata Agus.

Untuk  41 suara Sumsel menurutnya bersumber dari  17 kabupaten kota berarti 34 suara, ditambah 1 suara DPW PPP Sumsel menjadi 36 suara ditambah lima kabupaten yang memiliki fraksi penuh  mendapatkan satu suara (perimbangan) yaitu Ogan Ilir (OI), Prabumulih , Muaraenim, Lahat dan OKU Selatan.

“ Sehingga  yang nanti akan bermuktamar  di Palembang  tepatnya di Hotel Novotel nanti  adalah 91 suara dikurangi 1 Ketua DPW PPP yang harus bermuktamar fisik di Makasar , Sulawesi Selatan, jadi  Ketua DPW Se-Indonesia  berjumlah 34 ditambah pengurus pusat PPP bermuktamar di Hotel Karo Makasar, “ katanya

Di Sumsel penanggung jawab Muktamar adalah Sekretaris DPW PPP Sumsel Rizal Kenedi bersama Sekretaris DPW PPP Jambi serta Sekretaris DPW PPP Jambi.

Sedangkan penanggungjawab pelaksanaan Muktamar di Sumsel, Jambi dan Bengkulu adalah Azhari As (Wakil Ketua DPW PPP Sumsel).

“ Saya akan mengendalikan Sumatera Selatan langsung dari   Makasar, sebagai Ketua DPW PPP Se-Indonesia  saya bertanggungjawab untuk  mengkoordinasikan ketua –ketua DPW PPP Se-Indonesia,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan, dua hari menjelang Muktamar dimulai bursa calon ketua umum mengerucut ke dua nama.

Keduanya yaitu Pelaksana tugas Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, serta Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

Arsul mengatakan, hingga saat ini sejumlah DPW dan DPC telah mendeklarasikan dukungan untuk calon ketua umum yang mereka jagokan.

“Memang mengerucut dua nama, yaitu Pak Suharso dan Gus Yasin Maimoen,” kata Arsul dalam jumpa pers virtual, Rabu (16/12 siang.

Meski demikian, Arsul melanjutkan, siapapun masih dibolehkan mencalonkan diri sebagai calon ketua umum sepanjang tidak bertentangan dengan AD/ART.

Termasuk tokoh-tokoh eksternal. PPP masih membuka kesempatan.

“Sampai Muktamar itu dimulai, siapapun masih berhak calonkan diri atau dicalonkan sepanjang memenuhi syarat AD/ART,” tambah Asrul.

Arsul berharap forum Muktamar IX PPP ini melahirkan kontestasi politik yang baik agar tidak menimbulkan perpecahan.

Forum Muktamar ini akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (18/12) malam.

Sekretaris Jenderal PPP Asrul Sani mengatakan Presiden Jokowi akan membuka Muktamar secara virtual dari Istana Bogor.

“Insyaallah pembukaan dihadiri Bapak Presiden Jokowi. Beliau akan hadir secara virtual di Istana Bogor,” katanya dalam jumpa pers virtual, Rabu (16/12).

“Tetap dibuka dibuka tanggal 18 Jumat malam,” ujar Asrul Sani.#osk

 

x

Jangan Lewatkan

Ketua KPU Sumsel Meninggal Dunia

Palembang, BP Kabar duka, telah meninggal dunia Ketua KPU Sumsel, Dra Kelly Mariana, Minggu (17/1) pagi di RS charitas Palembang. ...