Home / Headline / Kisah Dua Backpacker , Alfian dan Max  Keliling Indonesia Gunakan Motor

Kisah Dua Backpacker , Alfian dan Max  Keliling Indonesia Gunakan Motor

BP/IST
Muhammad Alfianor  atau akrab dipanggil Alfian (24) warga Muara Tewe , Kabupaten Barito Utara  Kalimantan Tengah dan Muhammad Septa Saputra atau akrab di panggil Max  (28)  warga Bandung,  Jawa Barat

Palembang, BP

Dua orang sahabat ini mengelilingi Indonesia dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Lexi KH 2485 ES, banyak cerita, suka duka dan pengalaman yang mereka dapatkan selama mereka  berkeliling Indonesia.

Muhammad Alfianor  atau akrab dipanggil Alfian (24) warga Muara Tewe , Kabupaten Barito Utara  Kalimantan Tengah dan Muhammad Septa Saputra atau akrab di panggil Max  (28)  warga Bandung,  Jawa Barat , merekapun akhirnya  berkesempatan berkunjung di Palembang.

 

ALFIAN mengisahkan,  perjalanannya  dimulai tanggal 12 Juli 2020 , awalnya  dia  berjalan sendiri dengan mendatangi 9 provinsi yang dimulai dari Pulau Kalimantan. Kini mereka berdua sudah  8 hari berada di Palembang.

Dalam perjalanan dia mengaku tidak pernah mengalami kejadian yang ektrim, karena setiap orang baru di berbagai kota selalu mengingatkan mereka  agar jangan keluar dari kota di waktu sore dan malam dan hindari perjalanan sore dan malam.

“Awalnya aku dulu , aku backpacker  naik truk, jalan kaki, nebeng-nebeng naik mobil pribadi , truk, pick up, sepeda motor juga , terhitung 3 bulan kemarin. Ceritanya aku balik  kerumah ambil sepeda motor , sepeda motor aku dari Kalteng ke Kalsel setelah itu baru  ke Pulau Jawa dan bertemu Max waktu kegiatan silaturahmi dibawah  tanggal 20  bulan lalu.Aku juga ada komunitas anak-anak travelling, Backpacker, untuk stay aku pernah tidur di masjid, di polsek pernah, depan kios orang pernah,,” kata Alfian didampingi Max ketika ditemui di Hotel The Zuri Palembang, Selasa (8/12) lalu.

Pertemuannya dengan Max , menurut Alfian lantaran Max salah satu member club motor chapter Bandung, dimana bapaknya satu club motor  dengan Max  .

“Dari situ di Bandung kita sharing  ternyata Max tertarik mengikuti perjalan aku keliling Indonesia , lalu kita keliling pakai motor , tadinya mau pakai dua motor  tapi kalau dipikir-pikir akan banyak biaya  dikeluarkan sehingga diputuskan  berangkat satu motor saja,” katanya.

Sehingga perjalanan mereka berdua dimulai dari Bandung tanggal 26  bulan kemarin lalu melewati Tangerang  , Lampung dan sempat eksplore beberapa tempat selama 4 hari 3 malam di Lampung hingga sampai ke Palembang.

Keduanya juga memasukkan pengalaman perjalanan mereka dalam  canal Youtube ,  Cousins Backpacker dan Septa Saputra Max.

“Untuk  keliling Indonesia ini kami targetkan 1 tahun selesai  tapi makin kesini  sudah lima bulan  belum sampai setengah baru 15 provinsi , sekitar 1, 5 tahun paling lama 2 tahun , “ katanya.

Selama di Palembang keduanya mengaku sudah  banyak mengeksplore  baik kawasan Jakabaring dan kawasan wisata lain di Palembang seperti ke Masjid Agung Palembang, BKB dan Museum SMB II dan makan gratis di sea food 99 dan termasuk kuliner Palembang yang enak-enak , malahan keduanya sempat belajar membuat mie celor.

Sedangkan Max mengaku berkesan ketika berada di Palembang karena baru pertama kali ke Palembang , dia mengaku sempat bertemu teman lama  yang bersedia menampung mereka tinggal di Palembang  sehingga menjadi keluarga selama di Palembang termasuk ikut belajar masak juga

Dia juga melihat orang Palembang ramah-ramah  dan baik malahan  sempat disambut biker-biker  Palembang dari Dinas pariwisata malahan saat pertama  kali datang ke Palembang serta sempat ngevlog bersama Wakil Walikota Palembang Fitrianty Agustinda saat berada di Bukit Seguntang.

“Kita juga dibantu teman-teman untuk tinggal  tapi kita sadar diri kadang tidak bisa merepotkan mereka  terutama mereka punya kesibukan  dan kebutuhan masing-masing, kalau kita tidak dapat tempat tinggal atau makan  bisa tinggal di pom bensin atau di Polsek atau di manapun,” katanya.


BP/IST
Muhammad Alfianor atau akrab dipanggil Alfian (24) warga Muara Tewe , Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah dan Muhammad Septa Saputra atau akrab di panggil Max (28) warga Bandung, Jawa Barat .

Menurutnya, selama perjalanan mereka berdua kadang dapat bantuan dari orang selama di jalan tapi kembali ke konsep  mereka berdua untuk jalan-jalan saja tidak mengharapkan apapun “nothing to lose”  dengan konsep awal silaturahmi dengan anak-anak traveling juga.

Setelah Palembang mereka berdua melanjutkan perjalanan ke Lampung  ke Jambi dan tetap setiap perjalanan dengan mengandalkan Global Positioning System (GPS).

Max sendiri mengaku latar belakangnya sempat menjadi auditor, sempat berjualan masker kain  malahan saat travelling masker tersebut dia  bagi-bagi gratis ke masyarakat .

“Kita juga  bersilaturahmi kita dengan dinas pariwisata kemarin , ya etika ketok pintu masuk tempat orang , aku juga sambil membawa masker kain sisa aku jualan  aku bawa bagikan ke masyarakat secara gratis,” katanya.

Setelah usai berkeliling Indonesia, Max berniat akan mengumrohkan orangtua, ya bisa umroh dengan cara Backpacker umroh ke Mekkah dan berharapan  bisa berkeliling dunia

“Kalau aku lebih kepada  tujuan aku untuk pertama eksplore tempat wisata di Indonesia sekalian main youtube untuk memperkenalkan masyarakat luas  melalui canel youtube aku Septa Saputra Max. Aku ingin mengangkat tempat pariwisata yang ada di Indonesia mulai dari alamnya , air terjun, sungai, laut gunung, kalau kotanya lebih ke kuliner, sejarahnya  dan masjidnya

Max , berpesan para generasi muda agar jangan pernah bemalas malasan  dan ilmu yang dipelajari selama masih sekolah agar agar di aplikasikan , tentunya Indonesia penuh dengan cerita sejarah, sejarah ini jangan sampai di lupakan.

“Kita tidak bisa seperti sekarang  tanpa ada sejarah, jangan sampai melupakan sejarah, satu lagi tidak perlu keluar negeri karena Indonesia itu indah,” katanya.

Sedangkan Alfian sendiri  mengaku dirinya adalah seorang anak rumahan  yang tidak memiliki pekerjaan.

“Jadi konsep aku kurang tidur banyak bermimpi,” canda Alfian.

Alfian mengaku niat awal keliling Indonesia awalnya lebih refresing apalagi sekarang pandemi semua susah, usaha macet , pendapatan berkurang , yang ada uang pribadi di pakai terus.

“Sekarang aku pakai uang sendiri untuk beli sana beli sini  sekarang dengan memanfaatkan uang sedikit aku bisa  keliling Indonesia lebih tepatnya  aku lebih cari pengalaman, menambah wawasan  dan senang ketemu orang baru,” katanya.

Selama perjalanan , Alfian mengaku berkesan di Labuhan Cermin Kalimantan Timur, karena  di Indonesia dan tinggal satu mimpinya yang  belum yaitu terwujud menuju Wakatobi, Sulawesi Tenggara .

“ Tetap arah kita ke Timur lagi jadi sekarang tujuan kita ke barat dulu, ke Padang, Bengkulu nanti balik  ke Pulau Jawa,” katanya.

Dan jika selesai keliling Indonesia dia ingin membuka usaha  dan menikah.

“Karena aku ingin mencari pembelajaran hidup di jalan,” katanya.

Terakhir , Alfian mengajak para generasi milenial yang hobi gadjet  dan suka malas-malas untuk mulai sekarang untuk lebih mengenal Indonesia dengan perjalanan ini , menurutnya  jati diri lebih berhargi.

“Kita lebih mengenalkan diri kita sendiri ketimbang orang lain.Jangan malas mencari informasi ,aapapun itu baik di daerah kalian di Indonesia  itu sangat bermanfaat buat kalian,” katanya. #Dudy Oskandar

 

x

Jangan Lewatkan

Pembahasan Dua Raperda di DPRD Sumsel Ditunda

Palembang, BP Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memprioritaskan pembahasan  2  Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif ...