Syarief Hasan Dukung Komunitas yang Berpegang Teguh kepada Empat Pilar

8

Bogor, BP–Wakil Ketua MPR Sjarifuddin Hasan mendukung penuh organisasi masyarakat (ormas) dan komunitas yang kegiatannya berpegang teguh, tunduk, dan patuh kepada Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
Hal ini sangat penting, sebab ormas atau komunitas satu sama lain berbeda maksud dan tujuan. Ada yang karena kesamaan pandangan agama, politik, hobi, profesi, dan lain-lain.
Potensi perbedaan pandangan yang mengarah kepada hal-hal negatif, tentu sangat besar terjadi. Berpegang teguh kepada Empat Pilar dalam penyusunan arah dan kegiatan ormas menjadi perekat kuat untuk saling mengingatkan, walaupun berbeda namun tetap satu tanah air, satu bendera dan satu negara.
Hal tersebut disampaikan dalam acara ‘Temu Tokoh Nasional Bersama MPR dengan Ormas Gerakan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas), di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/12).
Acara tersebut dihadiri Ketua Gibas Umar Jagad, Pembina Gibas Dodi Setiawan, anggota Gibas serta masyarakat umum.
Syarief mengungkapkan, salah satu yang perlu dipahami ormas dan masyarakat dari Empat Pilar adalah UUD NRI Tahun 1945 yang merupakan hukum dasar dalam peraturan perundang-undangan atau konstitusi pemerintahan negara RI.
Jadi, setiap elemen bangsa Indonesia baik itu rakyat biasa, pengusaha, profesional, tokoh agama, tokoh masyarakat apalagi penyelenggara negara harus patuh kepada konstitusi. “Intinya, segala perilaku, kegiatan kita harus berpegangan kepada peraturan perundang-undangan. Kalau itu dilakukan bersama, Indonesia akan damai, nyaman dan tenteram,” katanya.
Diakui, ada pertanyaan besar di tengah masyarakat yakni, begitu gencarnya edukasi soal UUD NRI Tahun 1945 kepada seluruh rakyat Indonesia, tapi mengapa masih ada berbagai masalah melanda negeri ini, seperti kasus korupsi yang terus ada dan ‘gesekan’ antar masyarakat karena perbedaan.
“Jawabnya bukan konstitusi dan UU-nya yang salah. Tapi, karena ada yang ‘cuek’ saja sehingga buta terhadap peraturan perundangan RI. Atau, salah memahami sehingga terjadi mispersepsi yang fatal dan terjadi pelanggaran,” ujarnya.
Untuk itulah, Syarief mengajak, seluruh rakyat agar berkomitmen penuh mempelajari dan memahami peraturan perundangan negara baik itu UUD NRI Tahun 1945 dan Undang-Undang, agar kehidupan berbangsa dan bernegara berjalan baik, sehingga pada ujungnya seluruh rakyat akan menikmati kedamaian serta kesejahteraan bersama.#duk

Baca:  Gus Jazil: Arab Saudi Belum Beri Kepastian Ibadah Haji Bisa Digelar Tahun Ini