Peningkatan Pemahaman Konsumen Terhadap Bahaya Makanan Yang Mengandung Boraks dan Formalin Bagi Kesehatan dan Keselamatan di Kelurahan Srimulya Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang

3

Oleh

Sri Handayani,SH.M.Hum, Sri Turatmiyah,SH.M.Hun, Mahesa Ranie,SH.MH

(Dosen Tetap Fakultas Hukum UNSRI)

 

PERLINDUNGAN konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen. Perlindungan konsumen fokusnya bertujuan pada usaha meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri, mengangkat harkat dan martabat  konsumen dengan cara menghindarkannya dari ekses negatif pemakaian barang dan jasa, meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih, menentukan dan  menuntut hak-haknya sebagai konsumen.

Baca:  Puluhan Liter Formalin Ditemukan di Pabrik Tahu

Kedudukan konsumen dan pelaku usaha sering kali tidak seimbang, dan tidak jarang konsumen menjadi pihak yang lemah. Hal ini dikarenakan masih kurangnya kesadaran yang dimiliki oleh konsumen akan haknya, sehingga hal yang demikian dimanfaatkan oleh pelaku usaha dengan melakukan praktik-praktik kecurangan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang besar.

Tindakan pelaku usaha yang menggunakan bahan boraks dan berformalin pada makanan dapat merugikan konsumen. Hak konsumen untuk mendapatkan informasi terhadapat barang yang mereka beli sering tidak diberikan secara jujur dan benar oleh pelaku usaha. Akibatnya kesehatan dan keselamatan konsumen dalam mengkonsumsi barang  khususnya makanan tersebut menjadi terganggu.

Baca:  20.000 Ribu Tahu Berformalin Diamankan

Akibatnya dari praktik curang yang dilakukan oleh pelaku usaha ini, konsumen mengalami kerugian, sehingga perlu upaya untuk melindungi konsumen yaitu dengan perlindungan terhadap konsumen

      Tujuan dari kegiatan penyuluhan hukum pada masyarakat di Kelurahan Srimulya  ini adalah :

  1. Memberikan informasi pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat khususnya persoalan-persoalan perlindungan konsumen terhadap bahaya makanan yang mengandung boraks dan berformalin. Di harapkan masyarakat setelah mengikuti kegiatan ini akan lebih berhati-hati dan selektif dalam membeli makanan yang bebas dari boraks dan formalin sehingga kesehatan dan keselamatan keluarga mereka terjaga.
  2. Memberikan wacana dan wawasan pengetahuan di bidang Hukum Perlidungan Konsumen tentang bahaya makanan yang mengandung boraks dan formalin, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran hukumnya yang selama ini dinilai masih rendah.#
Baca:  Waspadai Tahu dan Mie Kuning Berformalin