Home / Headline / Warga Kecamatan Talang Kelapa “ Curhat “ Kepada Anggota DPRD Sumsel Dapil X

Warga Kecamatan Talang Kelapa “ Curhat “ Kepada Anggota DPRD Sumsel Dapil X

BP/IST
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) daerah pemilihan (Dapil) X kabupaten Banyuasin  menggelar reses tahap III, diikuti Muhammad F. Ridho, ST, MT selaku koordinator dengan anggota Nasrul Halim, SH; Muhammad Yaser, SE; Nadia Basyir, SE; Marzuki, SE; Maliono, SH; dan Herman. Di Kecamatan Talang Kelapa, anggota DPRD Sumsel Dapil X berdialog dengan warga dan tokoh masyarakat di Desa Sungai Rengit dan warga Kelurahan Air Batu, Senin (7/12).

Palembang, BP

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) daerah pemilihan (Dapil) X kabupaten Banyuasin  menggelar reses tahap III berlangsung sejak 7 hingga 12 Desember 2020 diikuti Muhammad F. Ridho, ST, MT selaku koordinator dengan anggota Nasrul Halim, SH; Muhammad Yaser, SE; Nadia Basyir, SE; Marzuki, SE; Maliono, SH; dan Herman.

Di Kecamatan Talang Kelapa, anggota DPRD Sumsel Dapil X berdialog dengan warga dan tokoh masyarakat di Desa Sungai Rengit dan warga Kelurahan Air Batu, Senin (7/12).

“Curhat” yang disampaikan seperti dikemukakan Kadus I Desa Sungai Rengit, Hilmi mengatakan, warga  Desa Sungai Rengit, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin meminta dibuatkan embung untuk mengatasi masalah  kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)  yang selalu terjadi di daerah tersebut.

“Embung untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga, juga untuk mengatasi kebakaran hutan, serta jadi tempat wisata,” katanya.

Sedangkan Kades Sungai Rengit, Murni, minta anggaran untuk galian sepanjang 2000 meter. Menurut dia, anggaran yang dibutuhkan cukup banyak, sehingga tidak mungkin tercover oleh Pemkab Banyuasin. Murni juga minta anggaran untuk pemasangan plafon kantor.

Di tempat yang sama, Kepala SMP Negeri 2, meminta dibuatkan ruang  kantor dan ruang guru serta jalan menuju sekolah.

Ada juga warga RT I yang minta pengerukan sungai dan perbaikan jalan yang baru dibangun 2019 namun sekarang sudah rusak.

Persoalan infrastruktur juga dikeluhkan Sri Warjo dari Dusun IV, Desa Sungai Rengit. Dia membeberkan, dari 11 lorong yang ada di dusunya, baru dua lorong dicor. “Jadi kami minta Sembilan lorong yang lain juga dicor,” kata Sri.

Sedangkan Ketua BPD Sungai Rengit minta modal BUM Des dan minta dibangunkan siring di bahu jalan. “Karena saat ini tidak ada siring sehingga jalan lebih cepat rusak karena sering tergenang air,” kata dia.

Sebelumnya, Camat Talang Kelapa, Arifin Nasution mengatakan, pihaknya sangat konsisten dalam pencegahan Covid-19, bahkan di setiap pertemuan pihaknya sangat menekankan warga untuk menerapkan 3 M.

“Saat ini sudah 132 jiwa yang positif Covid dan meninggal 7 orang . Sisanya sehat semua dan masih dirawat 3 orang. Nah untuk yang meninggal itu ada penyakit penyerta, 4 ada jantung, 2 asma, dan 1 gula darah,” kata Arifin.

Menanggapi semua aspirasi yang disampaikan, Koordinator Reses anggota DPRD Sumsel Dapil X, MF Ridho mengatakan, untuk anggaran pembangunan kantor kepala desa, ruang sekolah, dan lainnya merupakan ranah pemerintah kabupaten.

“Namun kami akan tetap bantu. Untuk itu kalian harus buat usulan, kemudian serahkan ke camat yang selanjutnya diteruskan ke bupati. Nanti dananya akan disalurkan menggunakan dana bangub,” jelas Ridho.

Terhadap permintaan pengecoran jalan akses menuju SMP, Ridho berjanji akan menyampaikannya ke Dinas PU Perkim Sumsel.

“Sedangkan untuk normalisasi dan pembangunan embung akan kita konsultasikan pada PU Pengairan apakah bisa dianggarkan langsung oleh Pemprov atau tidak,” kata Ridho.

Menanggapi permintaan pembuatan embung, anggota Dapil X, Nasrul Halim, minta dibuatkan proposal yang ditujukan ke Kementerian Desa. “Nanti kita bawa langsung ke Kementerian Desa, semoga bae biso terealisasi karena kebetulan Kementerian Desa satu  partai dengan saya dari PKB,” katanya.

Pada pertemuan di Kelurahan Air Batu, Lurah Sukomoro minta perbaikan Jalan Candradimuka serta minta agar anggaran untuk honor posyandu dan honor karang taruna yang pernah ada, dikembalikan.

“Kami juga minta dukungan pemekaran Desa Talang Benteng menjadi Desa Benteng Sido Makmur,” katanya.

Kades Talang Buluh,  Endang, mengeluhkan tentang sertifikat tanah yang dikeluarkan BPN. Terkait keluhan itu, ia meminta dipertegas batas wilayah di Talang Buluh, mana yang masuk Banyuasin dan mana yang Kota Palembang, agar jelas saat membuat sertifikatnya.

Adapula usulan dari Sekretaris Lurah Tanah Mas yang minta perbaikan jalan di RT 25.

Pada kesempatan ini, seorang ketua RT di Air  Batu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Herman, anggota Dapil X DPRD Sumsel yang telah menghibahkan lahan seluas 2 hektar untuk dijadikan lokasi pemakaman.

Menanggapi aspirasi warga Kelurahan Air Batu, M.F. Ridho menjelaskan, untuk masalah jalan desa dan honor bagi posyandu maupun karang taruna akan ditampung dan  nanti bakal diperjuangkan.

“Untuk pemekaran wilayah kami sangat dukung, karena itu untuk mempercepat akselerasi pembangunan,” kata  Ridho.

Pada kesempatan ini, Ridho juga menyampaikan bahwa berkat perjuangan Komisi IV DPRD Sumsel, warga Banyuasin yang ada di perbatasan Palembang – Banyuasin mendapatkan bantuan dua unit angkutan sampah.

Sementara Nadia Basyir menanggapi permintaan perbaikan jalan di Tanah Mas. “Insya Allah tahun 2021sudah dianggarkan, karena  proposal usulannya sudah masuk,” katanya.#osk

 

 

 

x

Jangan Lewatkan

Ketua MPR Kirim Relawan 4 Pilar Bantu Korban Bencana di Kalsel dan Sulbar

Jakarta, BP–Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bsmsoet) menyalurkan donasi Rp 50 juta sekaligus melepas Relawan 4 Pilar Tanggap Bencana, untuk ...