Ma’ruf Cahyono Apresiasi Mahasiswa FH Unsoed Gelar Diskusi Tentang Nasionalisme

3

Ma’ruf Cahyono

Jakart, BP–Sekretaris Jenderal MPR Ma’ruf Cahyono memberikan apresiasi kepada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (FH Unsoed) yang memiliki inisiatif di saat kondisi sulit, karena dilanda pandemi Covid-19, masih memiliki kesadaran untuk memikirkan dan membahas bersama kebangsaan dan nasionalisme.
Sebagai pemuda bangsa masa kini, memiliki jiwa nasionalisme yang kokoh menjadi sangat penting, karena bangsa ini butuh generasi muda dengan rasa kecintaan tinggi kepada negaranya untuk mengisi kemerdekaan. Sebab, menjaga, merawat dan menyuburkan nasionalisme oleh setiap warga negara menjadi harus dan pasti.
Hal tersebut disampaikan Ma’ruf saat hadir secara virtual dalam acara Webinar Wawasan Kebangsaan yang digelar Keluarga Mahasiswa Fakultas Hukum Unsoed (KEMA FH Unsoed) 2020, dari Ruang Delegasi, Gedung Nusantara IV, Kompleks MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (8/12).
Hadir dalam acara itu sebagai peserta, Dekan FH Unsoed, Ade Maman Suherman dan Wakil Dekan III FH Unsoed, Kartono serta mahasiswa mahasiswi FH Unsoed.
Kepada peserta webinar, Ma’ruf menjabarkan definisi bangsa dan nasionalisme serta hubungannya dengan negara.
“Bangsa terlebih dahulu ada sebelum negara. Karena kesamaan kehendak dan tujuan, maka negara hadir. Dalam peristiwa sejarah sumpah pemuda tahun 1928, para pemuda dari berbagai daerah melakukan ikrar fenomenal bersama antara lain satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air, “tuturnya.
Artinya, kata dia jauh sebelum Indonesia merdeka, bangsa sudah ada dan nasionalisme telah tumbuh subur. Sumpah pemuda kemudian menjadi perwujudan dari persatuan serta kesatuan, yang merupakan ikatan emosional bangsa untuk dijadikan modal membentuk satu negara. Dan bersatunya para pemuda yang beragam tersebut menjadi refleksi dari nasionalisme.
“Intinya, nasionalisme bukan sesuatu yang muncul dari satu kelompok, satu golongan, satu agama atau satu etnis. Nasionalisme muncul karena ada satu kesamaan visi dan misi serta fokus kesatu tujuan Indonesia merdeka,”jelasya.
Menurut Ma’ruf, nasionalisme dalam definisi umum, adalah satu paham kebangsaan dalam masyarakat karena soal sejarah. Karena memiliki sejarah yang sama, penderitaan akibat penjajahan yang sama, mengakibatkan adanya keinginan kolektif untuk berada dalam satu ikatan yaitu ikatan kebangsaan.
“Dari sanalah kemudian muncul persatuan dan kesatuan yang sangat kuat sehingga walaupun ada perbedaan tajam di antara anak bangsa, itu tidak akan menggoyahkan persatuan, karena ada sesuatu yang lebih kuat, ada sesuatu lebih memotivasi bahwa semua harus satu dalam ikatan kebangsaan itu, sehingga tidak ada lagi mempermasalahkan perbedaan suku, agama, ras, golongan dan bahasa,” tambahnya.
Kekuatan ikatan kebangsaan tersebut, kata Ma’ruf, luar biasa dampaknya jika dimanifestasikan rakyat Indonesia terutama generasi muda saat ini. “Saya berharap diskusi ini menambah ilmu serta wawasan para mahasiswa serta menambah kecintaan kepada bangsa dan negara. Saya juga berpesan, sebagai intelektual muda, para mahasiswa harus terus meningkatkan kapasitas intelektualitasnya dan disinergikan dengan peningkatan kapasitas spiritual dan emosional. Tanpa itu, setiap ilmu baru yang diserap tidak akan bermanfaat, malah akan tereduksi dan hilang,”paparnya.#duk

Baca:  Sesjen MPR: Pancasila Harus Ditempatkan Paling Terhormat