IPO Institute : Pilkada OI , Panca-Ardani  Unggul

12

BP/DUDY OSKANDAR
Direktur Eksekutif IPO Institute, Ahmad Muhaimin,M.Si saat jumpa pers rilis hasil QC Pilkada 2020 di Hotel The Zury,  Rabu (9/12).

# PALI , Heri Amalindo-H Soemarjono Unggul Tipis , Muratara, Devi Suhartoni-Innayatullah juga Unggul

 

Palembang, BP

Pemilihan kepala daerah (Pilkada)  di Kabupaten Ogan Ilir (OI) dimenangi pasangan calon Panca Wijaya Akbar-Ardani berdasarkan penghitungan cepat anggota Asosiasi Lembaga Survei dan Hitung Cepat Indonesia (ALSHCI), IPO Institute.

Paslon nomor urut satu ini unggul dengan raihan 62,67 persen dibandingkan dengan paslon petahana yang sejauh ini hanya meraih 37,33 persen dengan data sampel masuk 92 persen dan margin of error plus minus 1 persen dengan tingkat kepercayaan 99 persen. Data yang diambil dari 71 sampel TPS dari total 895 TPS.

Menurut Direktur Eksekutif IPO Institute, Ahmad Muhaimin,M.Si, hasil QC di OI ini tidak berbeda jauh dengan hasil survei yang sebelumnya dimana elektabilitas Panca-Ardani di Pilkada kali ini sebesar 60,50 persen, sementara Ilyas-Endang ada di angka 33,05 persen.

Baca:  Hasil Survei IPO Institute: Desember Posisi   Panca-Ardani Makin Teratas

Untuk pemilih yang belum menentukan pilihan sebesar 6 persen artinya terbagi sekitar 2 persen ke Panca-Ardani serta persen kepada pasangan Ilyas-Endang.

“Sedari awal survei kami sudah tegaskan untuk pemilih di Ogan Ilir kecendrungannya sudah memantapkan pilihannya. Artinya kalaupun ada upaya dari salah satu paslon untuk mendongrak raihan suaranya seperti melalui money politic itu dirasa percuma,” katanya saat jumpa pers rilis hasil QC Pilkada 2020 di Hotel The Zury,  Rabu (9/12).

Baca:  Hasil Survei IPO Institute: Desember Posisi   Panca-Ardani Makin Teratas

Selain di OI, IPO Institute juga merilis hasil QC untuk Pilkada Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)  dan Musi Rawas Utara (Muratara) dimana hasilnya persaingan ketat terjadi diantara kedua paslon yang bertarung.

Di PALI,  paslon petahana nomor urut dua , H Heri Amalindo-H Soemarjono unggul tipis dengan raihan 51,88 persen dibandingkan paslon nomor urut satu, H Devi Heriyanto,SH,MH-H Darmadi Suhaimi yang meraih 48,12 persen suara. Data ini diambil dari data masuk hingga 99 persen dengan margin of error 0,7 persen dan tingkat kepercayaan 99 persen.

“Artinya, kalaupun paslon nomor urut satu meraih suara maksimal 0,7 persen  maka akan meraih 48,82 persen. Maka dapat dipastikan paslon nomor urut dua yang memenangi Pilkada kali ini meski dengan selisih suara yang sangat tipis,” kata Muhaimin.

Baca:  Hasil Survei IPO Institute: Desember Posisi   Panca-Ardani Makin Teratas

Di Muratara, IPO Institute merilis QC dimana paslon nomor urut satu, H Devi Suhartoni-Hj Innayatullah unggul dari kedua paslon lainnya dengan raihan 43,83 persen suara. Diikuti paslon petahana, H Syarif Hidayat-H Surian Sofyan yang meraih 36,44 persen suara dan paslon independen H Akisropi Ayub-Baikuni Anwar dengan raihan 19,74 persen.

“Untuk Muratara kami melakuka quick count dengan 93 sampel TPS dari data masuk 73,34 persen, margin of error 1 persen dan tingkat kepercayaan 99 persen,” katanya.#osk