Raperda Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Dalam Mencegah dan Pengendalian Wabah  Penyakit Menular Jadi Perda

2

BP/DUDY OSKANDAR
Juru bicara panitia khusus (Pansus) Rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif DPRD Sumsel tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum dalam mencegah dan pengendalian wabah  penyakit menular ,Tamtama Tanjung saat menyerahkan hasil rekomendasi pembahasan raperda tersebut kepada Gubernur Sumsel, Jumat (4/12)

Palembang, BP

Raperda  inisiatif DPRD Sumatera Selatan (Sumsel)  tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum dalam mencegah dan pengendalian wabah  penyakit menular akhirnya disepakati untuk di jadikan peraturan daerah (Perda), hal tersebut diputuskan dalam rapat paripurna DPRD Sumsel, Jumat (4/12) malam di ruang rapat DPRD Sumsel.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati didampingi jajaran Wakil Ketua DPRD Sumsel , juga dihadiri Gubernur Sumsel H Herman Deru, Sekda Sumsel H Nasrun Umar, kepala dinas dan OPD serta para undangan.

Menurut Juru bicara panitia khusus (Pansus) Rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif DPRD Sumsel tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum dalam mencegah dan pengendalian wabah  penyakit menular ,Tamtama Tanjung menjelaskan menilai raperda ini memuat hal-hal penting  dan mendasar  yaitu merumuskan pengaturan  yang lebih luas , upaya mewujudkan peningkatan kesadaran, masalah pencegahan dan pengendalian , keberimbangan  antara kewajiban pemerintah  dan kewajiban masyarakat,  dilihat dari kaedah hukum raperda memuat sangsi administrasi, penghargaan bagi masyarakat memiliki komitmen dalam peningkatan disiplin  dan penegakan hukum dalam penanggulangan wabah penyakit  menular dengan kreteria  tertentu.

Baca:  Tatib DPRD Sumsel Makin Jelas

“ Pansus menyarankan setelah diundangkan peraturan daerah ini  agar segera dapat di sosialisasikan  oleh para stekholder terkait  dan dikuatkan komitmen tersebut  dengan adanya penganggaran,” katanya.

Sedangkan Gubernur Sumsel H Herman Deru mengapresiasi terhadap  usulan raperda  ini dan langkah yang diambil DPRD Sumsel  dalam menginisiasi raperda ini sangat tepat, karena hingga saat ini kondisi pandemi covid-19 masih terdapat dimana-mana sehingga perlu  dilakukan penanganan dan kewaspadaan  masyarakat dengan  menerapka protokol kesehatan.

Baca:  DPRD Sumsel Harapkan Cabor Manfaatkan JSC Dengan Even Nasional Dan Internasional

“ Pada prinsipnya kami sependapat dengan diusulkannya raperda ini  yang diharapkan dapat memberikan dukungan  dan bersinergi dengan program-program yang telah dilaksanakan  Pemerintah Provinsi  Sumsel khususnya terkait  upaya peningkatan disiplin dan penegakan hukum dalam  pencegahan dan pengendalian wabah penyakit  menular,” katanya.

Dengan ditetapkan raperda ini maka diharapkan agar terjadi menurunan angkapenyebaran virus covid-19  dengan melakukan upaya pengendalian dan penanganan secara koordinasi dan terpadu antar dengan instansi terkait sehingga dapat memberikan kenyamanan dan meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat serta melindungi  masyarakat dari penyebaran covid-19  dan wabah menular lainnya .

Baca:  Kapolda Sumsel Lepas Personil Polda BKO ke Jakarta

“ Berdasarkan-hal-hal di atas kami dengan ini memberikan persertujuan terhadap raperda tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum dalam mencegah dan pengendalian wabah  penyakit menular , usul inisiatif  DPRD pada rapat paripurna ini dan mudah-mudahan perda ini dapat memberikan manfaat  bagi masyarakat dan semua pihak yang terkait dengan penanganan penyebaran dan pengendalian wabah penyakit menular ini,” katanya.

Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati mengatakan, sejak tanggal 19 November sampai 3 Desember 2020 secara bersama –sama telah mencurahkan daya, tenaga dan pikiran dalam melaksanakan tugas kelembagaan membahas dan meneliti satu rancangan peraturan daerah Provinsi Sumsel dan hari ini telah menghasilkan keputusan bersama .#osk