Home / Headline / Pos Belanja di APBD Provinsi Sumsel TA 2021 Defisit

Pos Belanja di APBD Provinsi Sumsel TA 2021 Defisit

BP/DUDY OSKANDAR
Hj RA Anita Noeringhati

Palembang,BP

Dalam rincian Raperda  tentang APBD Provinsi Sumsel TA 2021, terjadi defisit di pos belaja  dimana

Pendapatan :  Rp.10.205.021.421.649,00,

Belanja      : Rp Rp.10.729.096.013.693,00

(defisit) Rp524.074.592.044.00

Sedangkan Pembiayaan :

A.Penerimaan Pembayaran : Rp.626.484.592.044,00

B.Pengeluaran pembiayaan : Rp.102.410.000.000,00

 

Dan Pembiayaan Netto: Rp. 524.074.592.044.00

 

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  Hj RA Anita Noeringhati membenarkan hal tersebut

“Defisit itu artinya  antara pendapatan dan belanja  lebih banyak belanjanya daripada pendapatannya, pendapatan Rp10, 3 tapi belanjanya Rp10, 7, artinya defisitnya Rp 500 sekian,” kata politisi partai Golkar usai rapat paripurna DPRD Sumsel dengan agenda tanggapan Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel terkait   Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang  Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumsel tahun anggaran (TA) 2021 dalam rapat paripurna DPRD Sumsel, Jumat (4/12) malam di ruang rapat paripurna DPRD Sumsel.

Anita berharap dengan adanya pendapatan nanti itu bisa tertutupi defisit tadi.

Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, catatan-catatan yang telah disampaikan oleh setiap komisi  dalam laporannya akan ditindaklanjuti  dalam penyempurnaan APBD Provinsi Sumsel tahun anggaran 2021.

“ Dengan keyakinan dan niat yang tulus  serta ikhlas dan tekat yang kuat , Isya Allah  program kegiatan  yang ditetapkan dalam  APBD Provinsi Sumsel  tahun anggaran 2021 dapat dilaksanakan  secara berhasil guna dan berdaya guna, saya berharap suasana berkerjasama  dalam kemitraan ini  akan terus kita jalin di masa yang akan  datang,” katanya.#osk

x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Klaim Sudah Hasilkan 6 Perda Hak Inisiatif

Palembang, BP Ketua  Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Toyeb Rakembang S.Ag mengakui hingga kini ...